Coretan Penghuni Jalanan

Internet Masih Absen dalam Perbaikan Nasib Anak Jalanan

Manusia adalah pembelajar sejati. Belajar dapat dilakukan kapan saja, dimana saja, terlepas dari ada yang mengajar atau tidak. Belajar adalah suatu proses yang kompleks yang terjadi pada semua orang dan berlangsung seumur hidup.

Internet hadir dengan membawa dinamika dan permasalahannya. Dengan adanya internet segala informasi yang hendak dicari, dapat di peroleh dengan mudah. Hal inilah yang menyebabkan internet diapresiasi oleh masyarakat.

Sebut saja, internet bisa menjadi sarana untuk berkomunikasi, menjadi media pertukaran data, sebagai pencari informasi dan fungsi komunitas. Misalnya jejaring sosial menjadi sarana public sphere, dimana masyarakat dengan mudahnya bisa berdiskusi panjang lebar mengenai suatu hal. Public sphere tidak lagi dilakukan di warung kopi , salon, dan tempat umum lainnya. Kini, orang yang ada di kamar pun bisa ber-public sphere dengan komunitasnya melalui media internet. Dengan Blogging, masyarakat Indonesia yang notabene tidak terbiasa dengan dunia literasi, menjadi terstimulus dan berkembang mengarah ke budaya literasi. Kemudian adanya e-booke-learningsearch engine, dsb sangat membantu dalam proses pembelajaran masyarakat.

Penggunaan Internet Untuk Kaum Marjinal

Anak jalanan adalah anak-anak yang terenggut hak pendidikannya, dan mempertahankan hidup dengan mengais rezeki di jalanan. Dari hasil penelitian yayasan Nanda (1996 : 112) ada beberapa ciri secara umum anak jalanan, yaitu : berada di tempat umum (jalanan, pasar, pertokoan, tempat-tempat hiburan) selama 24 jam, berpendidikan rendah (kebanyakan putus sekolah, serta sedikit sekali yang lulus SD), berasal dari keluarga-keluarga tidak mampu (kebanyakan kaum urban dan beberapa diantaranya tidak jelas keluarganya), dan melakukan aktifitas ekonomi (melakukan pekerjaan pada sektor informal).

Anak jalanan, umumnya berasal dari keluarga yang pekerjaannya berat dan ekonominya lemah. Anak jalanan tumbuh dan berkembang dengan latar kehidupan jalanan dan akrab dengan kemiskinan, penganiayaan, dan hilangnya kasih sayang, sehingga memberatkan jiwa dan membuatnya berperilaku negatif.

Dalam pasal 34 UUD 1945 dikatakan bahwa ” fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara “. Kita tahu bahwa janji manis pemerintah ini belum sepenuhnya terealisasi. Fakta membuktikan bahwa masih banyak anak-anak (khususnya) yang tidak terpenuhi haknya, yaitu belajar. Belajar, dengan harapan masa depan yang lebih baik.

Kini, banyak bermunculan rumah belajar, atau rumah singgah yang didirikan oleh volunteer-volunteersebagai pertanda kepedulian kita terhadap mereka. Pemanfaatan internet pada saat proses pembelajaran di rumah belajar, menurut kami sangat bermanfaat. Mengingat anak-anak jalanan yang terdiri dari usia yang beragam, dan beragam pula latar pendidikan mereka (ada yang pernah sekolah bahkan ada yang tidak pernah sekolah), penggunaan internet bisa membuat belajar lebih efektif dan lintas usia/tingkatan.

Proses belajar dimulai dari pertanyaan yang dilontarkan dari mereka. Misalkan, “Apa daur ulang itu?” pertanyaan ini disusul dengan “Apa saja barang-barang yang bisa didaur ulang?” maka dimulailah pembelajaran dengan mencari informasi dengan media internet tentang proses daur ulang dan bahan-bahan yang bisa didaur. Kemudian pembelajaran bergerak dengan mengenalkan mereka secara langsung terhadap proses daur ulang tersebut, misalnya melakukan daur ulang kertas yang tidak terpakai. Setelah itu, anak-anak jalanan diberi pelatihan tentang proses ini untuk mengasah keahlian mereka, sehingga pada akhirnya mereka bisa mengaplikasikannya dalam keseharian dengan harapan mereka bisa mandiri secara ekonomi.

This entry was published on March 29, 2012 at 7:53 am. It’s filed under Torehan Jalanan and tagged . Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: