Coretan Penghuni Jalanan

Sudut Kota yang Kusam

Siang itu di sebuah perempatan kota,yang padat oleh alur lalu lintas. Dipenuhi sesak kendaraan bermotor,entah itu roda empat maupun roda dua yang saling berebut berhenti di posisi terdepan. Klakson saling bersahutan seakan tidak mau kalah dan berusaha saling mendominasi. Entah apa motivasi mereka,wajah tegang dan beberapa sedang sibuk dengan handphone di telinga mereka sambil sesekali berteriak dengan lawan bicaranya di seberang,entah dimana keberadaan lawan bicaranya.

Ditengah hiruk pikuk kemacetan,nampak seorang ibu tua yang menggunakan topi sedang menengadahkan tangan kepada para pengemudi kendaraan yang sedang mengantri mengharap lampu hijau cepat menyala. Seorang anak kecil usia 1 tahunan sedang bergelanyut dalam gendongan ibu tua itu,menangis kecil ketika dia melihat seorang pedagang asongan melintas didekatnya. Terus mengangis si anak kecil sambil menunjuk-nunjuk ke arah pedagan asongan itu. Dengan iba,perlahan sang ibu menghampiri si penjual asongan,dalam hitungan detik berpindahlah sebungkus kecil permen bertukan dengan recehan dari sang ibu yang di serahkan kepada penjual asongan itu.

Dengan senyum sumringah si kecil terus memainkan sebungkus permen yang berada dalam genggamannya,hanya di mainkan entah dia tak tahu itu makanan atau memang dia tak tahu cara membuka bungkusnya. Sejenak pandangan di arahkan ke arah lain,nampak seorang lagi anak kecil usia 6 tahuan yang berlari kecil ke arah ibu tua dengan anak kecil dalam gendongannya. Dengan merengek dia berusaha meminta dan mengambil permen itu dari genggaman si kecil,nampaknya dia adalah kakak dari si anak kecil dalam gendongan ibu tua itu. Si ibu terlihat kebingungan sementara si bocah 6 tahun terus saja merajuk untuk meminta permen dalam genggaman si kecil. Akhirnya kembali berpindah tanganlah permen itu ke tangan si anak 6 tahun,dengan tawa gembira dia kembali berlari menjauh entah kemana membawa permen dalam genggamannya,sementara dalam gendongan ibu tua itu,tangis si anak kecil kembali pecah.

Ibu tua,bukankah harusnya dia berada di rumah,mengurusi rumah tangga,memasak nasi dan melakukan pekerjaan ibu rumah tangga layaknya seorang istri pada umumnya. Tapi knapa dia skarang berada di tengah jalan di himpit congkak berbagai macam kendaraan bermotor,menghirup asap sisa pembakaran kendaraan bermotor,sambil menengadahkan tangan berharap ada recehan yang berpidah tangan ke dalam genggamannya.

Anak kecil usia 1 tahun. TUHAN…dia terlalu kecil untuk merasakan kerasnya dunia,di saat anak seusianya sedang merasyik masyuk dengan berbagai mainan,entah itu mobil-mobilan atau bahkan robot-robotan. Dia harus tetap berada dalam gendongan sang ibu yang terus bekerja keras menengadahkan tangan,tak perduli itu panas maupun hujan.

Anak kecil usia 6 tahun. Bukankah seharusnya dia skarang berada di sekolah,menimba ilmu dan mendengarkan petuah dan pelajaran dari bapak atau ibu guru. Tapi skarang,dijalananlah dia berada,entah itu dia ikut meminta-minta kepada para pengguna jalan,markir kendaraan di ruko pojokan jalan atau bisa jadi dia masuk dalam sindikat para pencopet jalanan? akupun tak tahu.

Siapa yang di persalahkan dan siapa yang bertanggung jawab? Aku masih tak tau!!

This entry was published on March 30, 2012 at 9:09 am. It’s filed under Inspirasi Kehidupan and tagged . Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: