Coretan Penghuni Jalanan

Mencari Formula Penanganan Anak Jalanan

Sudah sangat meresahkan. Begitulah tanggapan yang muncul dari beragam kalangan soal kehadiran anak-anak di jalanan saat ini. Jumlahnya semakin banyak dari waktu ke waktu. Ada di setiap lampu merah sebagai penjual koran, peminta-minta atau pengamen. Berjalan dari ruko ke ruko dan menyusuri pusat-pusat keramaian kota sebagai penyemir sepatu dan pejaja koran.

Dari siang sampai malam. Berkeliaran di jalan menjadi kecenderungan langkah yang diambil anak-anak yang berasal dari keluarga miskin. Kesulitan ekonomi keluarga telah memaksa para orang tua untuk menyuruh anaknya untuk turun ke jalan mencari nafkah. Bahkan, banyak diantara mereka, anak-anak tersebut terpaksa berhenti sekolah, tempat yang seharusnya mereka berada.

Situasi di jalanan memang memberikan ruang dan waktu bagi anak-anak tersebut hidup dan bertahan. Uang yang didapat dari hasil menjual koran atau mengemis bisa meringankan sedikit beban ekonomi keluarga.ada anak jalanan yang sudah hidup di jalan bertahun-tahun sampai belasan tahun lamanya. Mereka bisa bertahan di jalanan yang begitu keras dan tidak ramah anak.

Artinya, kehidupan jalanan membentuk karakter dan  perilaku anak sehari-sehari yang berlangsung bertahun-tahun. Di jalanan mereka belajar apa yang dilihat dan terjadi di jalanan. Mereka belajar bagaimana cara hidup dan bertahan hidup di lingkungan yang keras. Dengan lingkungan yang keras maka jangan heran bila anak-anak tersebut cenderung menjadi nakal dibanding anak lainnya.

Agar bisa bertahan hidup dan merasa aman dari gangguan pihak luar, di jalanan juga terbentuk kelompok dan komunitas bagi anak-anak tersebut.Ada komunitas anak penjual koran, ada komunitas anak punk dan anak alay, ada komunitas anak asongan, komunitas anak pengemis dan lainnya. Mereka saling membela diri bila ada anggota kelompoknya diganggu. Ada polisi yang diserang oleh anak punk yang pernah terjadi di Batam adalah bentuk solidaritas sesama anggota kelompok anak punk. Hal yang sama berlaku bagi komunitas anak jalanan lainnya. Jalanan adalah cerminan bagaimana persoalan anak dan sosial bagi suatu daerah. Banyaknya anak di jalanan menunjukkan banyaknya persoalan anak di daerah tersebut.

Pendekatan Penangganan

Bagi pengguna jalan, kehadiran anak jalanan sangat menganggu ketertiban di jalan raya, terutama saat di lampu merah. Bagi polisi, kehadiran anak jalanan menganggu kantibmas. Bagi wisatawan, adanya anak jalanan akan menganggu keindahan kota tujuan yang dinikmati wisman. Makanya dengan alasan itu, pemerintah daerah Bali lebih tegas soal anak jalanan dengan tidak diperbolehkannya adanya anak-anak  jalanan. Bila ditemukan langsung diamankan dan diangkut.

Terlihat begitu banyak permasalahan di jalanan dan banyak pula kepentingan di jalanan. Jalanan adalah cerminan bagaimana persoalan anak dan sosial bagi suatu daerah. Banyaknya anak di jalanan menunjukkan banyaknya persoalan anak di daerah tersebut .

Penangganan anak jalanan harus dilakukan berdasarkan pendekatan sesuai dengan latar belakang persoalan anak jalanan tersebut muncul. Pendekatan secara persuasif dan akomodatif lebih berhasil dibandingkan dengan pendekatan agresif. Selama ini, penyelesaian anak jalanan dengan cara razia dan mengangkutnya ke Dinas Sosial untuk ditahan beberapa hari untuk dibina ternyata tidak menyelesaikan masalah. Buktinya semakin banyak anak jalanan yang muncul. Bahkan mereka tidak takut lagio dirazia dan ditangkap Satpol PP.
Bagi anak-anak jalanan yang muncul karena faktor ekonomi maka formula untuk menanggulanginya adalah secara ekonomi. Berdayakan ekonomi keluarga dari anak-anak jalanan yang bekerja sebagai penjual koran, pengemis dan tukang semir sepatu tersebut. Jadi penangganannya tidak cukup sampai pada anak jalanan saja, tapi menyeluruh hingga sampai pada  keluarganya.  Bila perekonomian  keluarganya meningkat maka tentu tidak ada lagi anak-anak dari keluarga ini akan turun ke jalanan.
Terhadap anak juga ditambah dengan pendidikan dan keterampilan yang mengarah pada pemberdayaan ekonomi. Berikanlah anak-anak jalanan pendidikan keterampilan lainnya sebagai bekal hidup mereka. Dengan demikian, jalanan tidak lagi menjadi tempat mencari nafkah.

Namun untuk mewujudkan hal ini bukanlah perkara mudah seperti membalikkan telapak tangan. Tidak gampang membina dan memberdayakan ekonomi keluarga miskin dengan sekadar bantuan pinjaman. Ini menyangkut mengubah budaya dan perilaku masyarakat. Perlu pembinaan yang serius dan berkelanjutan yang melibatkan banyak pihak, dinas dan lembaga lain.

Bagi anak-anak jalanan yang muncul karena faktor gaya hidup, pandangan dan ideologi anak maka pendekatannya lebih mengena bila dilakukan pendekatan agama dan budayalah yang cocok untuk dilakukan. Pendekatan ini akan mengubah pandangan anak yang salah dan keliru tersebut kembali kepada pandangan yang berlaku di masyarakat kita. Pandangan ini akan menggeser nilai-nilai yang diyakini anak punk dan anak alay dan menggantinya dengan nilai-nilai yang belaku secara umum dan dianut banyak orang. Intinya adalah menyakinkan kepada anak bahwa apa yang dilakukan selama ini telah menyimpang dari ajaran agama dan nilai-nilai yang berlaku di masyarakat.

Perlu diketahui bahwa munculnya anak-anak punk dan anak-anak alay adalah karena mereka selama ini tidak atau kurang mendapatkan pandangan dan pemahaman bahwa hal itu adalah salah. Sementara dalam usia perkembangannya, anak-anak tersebut  lagi cenderung membentuk kelompok atau komunitas dengan teman-teman sebayanya. Dalam usia tersebut, sianak merasa akan lebih dekat dengan temannya atau kelompoknya daripada orang lain, termasuk orangtuanya sendiri.

This entry was published on March 31, 2012 at 5:22 am. It’s filed under Realitas Jalanan and tagged . Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: