Coretan Penghuni Jalanan

Merindukan Sosok Kharismatik

MENJADI presiden, bukanlah pekerjaan yang mudah. Perlu memiliki kemampuan kepemimpinan, keilmuan dan keperdulian terhadap lingkungan . Namun, kenyataannya jauh dari harapan. Ketika masa kampanye, banyak mengumbar janji seperti kesejahteraan rakyat dan kemajuan ekonomi. Setelah terpilih, belum mampu sepenuhnya mengurangi kemiskinan.Masih tampak beberapa kasus kemiskinan yang belum teratasi. Banyak anak yang tidak mendapatkan akses pendidikan. Sekolah-sekolah di pelosok desa rusak, dan hingga kini belum mendapat perhatian. Pengemis dan pengamen masih bertebaran di jalanan.

Salah satu contohnya di ibukota, terlihat rumah-rumah kumuh di pinggiran rel kereta. Sampai saat ini, belum mendapatkan perhatian khusus. Juga masih terdapat banyak anak jalanan. Mereka seharusnya mendapatkan pendidikan tapi karena mahalnya biaya, mereka tidak dapat mengaksesnya.Perhatian bagi generasi penerus perlu difokuskan. Sesuai pasal 34 UUD 1945 yang berbunyi fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara. Sehingga peran negara tampak pula disini.

Anak jalanan perlu diberi tempat khusus seperti tempat singgah. Disana akan diajarkan bagaimana mengasah keterampilan dan belajar membaca-berhitung. Selama ini masih sedikit fasilitas pendidikan untuk anak jalanan. Atau ketika tempat telah tersedia, mereka lebih memilih berada di jalanan. Tidak hanya pada anak jalanan. Masyarakat kalangan bawah lainnya juga harus mendapatkan akses pendidikan. Karena generasi penerus yang nantinya akan meneruskan perjuangan. Mereka tidak hanya wajib belajar 12 tahun, pendidikan seharusnya sampai ke bangku perkuliahan.

Biaya Operasional Pendidikan ( BOS) butuh dialokasikan secara merata. Pemerataan sesuai dengan kebutuhan masing-masing daerah. Bebas biaya pendidikan juga harus sampai tingkat Sekolah Menengah Atas ( SMA). Dengan itu, seluruh kalangan dapat mengakses pendidikan.Seorang pemimpin harus pandai memecahkan masalah dan bekerja sama. Dengan kemampuannya, diharapkan dapat mengubah kondisi menjadi lebih baik. Dia tidak boleh seenaknya menentukan kebijakan. Perlu pertimbangan tertentu, namun jangan ragu-ragu ketika memutuskan.

Presiden adalah wakil suatu bangsa, dia harus tegas dalam bertindak. Dia harus mampu mengambil keputusan yang bermanfaat bagi rakyat. Ketika kebijakan dibuat, perlu adanya pengujian terhadap dampak yang terjadi. Juga melihat secara dalam kebutuhan kebijakan tersebut bagi segala sektor, baik ekonomi, budaya dan politik.Negara demokratik bercirikan kebebasan berpendapat. Kebijakan pemerintah pun dapat dikritik dan dipuji. Walau menganut sistem demokrasi, presiden perlu bersikap tegas. Sehingga menjadi daya kekuatan bagi rakyatnya.

Presiden tidak boleh dikuasai oleh segelintir kelompok dan harus independent. Artinya, tidak memihak salah satu partai. Dia harus merangkul seluruh aspek, sehingga mampu mengurangi konflik. Ketika telah memihak pada satu partai, maka kebijakannya akan lebih condong menguntungkan salah satu partai. Maka harus dibutuhkan keseimbangan agar tercipta kebersamaan. Dari kebersamaan tersebut, pilar yang dibangun semakin kuat. Tidak ada istilah sikut-sikutan. Hal tersebut sesuai dengan semboyan “ Bhineka tunggal Ika”.Seperti mantan presiden Amerika Serikat, Franklin Delano Rosevelt ( FDR), dia merangkul seluruh aspek masyarakat. Tidak ada diskriminasi diantara mereka. Dua kubu partai yang ada saat itu, Republik dan Demokrat nyaris tidak pernah berseteru. Itu semua karena keahlian FDR memberikan ruang bagi kedua partai tersebut.

Rakyat mengidamkan presiden yang memiliki aura kepemimpinan. Sehingga tidak mudah terintervensi oleh pihak eksternal. Segala persoalannya dapat diselesaikan secara internal. Namun tidak menutup hubungan internasional dalam hal ekonomi dan pendidikan.Hubungan internasional dibutuhkan guna menjalin relasi. Ketika relasi sudah dekat, akan memudahkan interaksi. Anak bangsa pun dapat dengan mudah bersekolah dan kuliah di luar negeri. Ekspor semakin meningkat. Semua itu karena adanya hubungan yang baik dengan internasional.

Kedekatan tersebut juga mengenalkan budaya Indonesia pada kancah internasional. Kasus pengklaiman kebudayaan oleh Malaysia tidak akan terjadi lagi. Hal tersebut karena adanya proteksi yang kuat terhadap budaya. Hubungan yang erat dengan negara lain dapat mengakrabkan budaya antar negara pula.

Pemimpin sebuah negara memiliki otoritas. Dia harus mampu mengeksplor kemampuan kepemimpinanya untuk negara. Salah satu caranya dengan memberdayakan potensi anak bangsa. Profesor dan kaum intelek perlu dipertahankan untuk memajukan negara. Yang dibutuhkan adalah memberikan biaya yang sesuai dan lebih untuk mereka.Seorang presiden harus memiliki kecintaan terhadap negaranya. Tidak hanya menyukai produk luar tapi juga memperhatikan produk lokal. Produk anak bangsa seperti mobil dan alat-alat perlu mendapat apresiasi. Dukungan dilakukan dengan menggunakan produk tersebut dan memudahkan pendistribusiannya.

Nasionalisme harus dijunjung tinggi. Dengan kesadaran akan bangsanya, dia menjalankan tugasnya dengan kecintaan. Salah satu pengejawatahannya yaitu memahami dan mengimplementasikan dasar-dasar negara.Pancasila sebagai dasar negara perlu dipahami oleh seluruh rakyat Indonesia. Tidak hanya dilihat dan dihafalkan namun juga diimplementasikan. Hal tersebut karena kelima silanya menunjukkan falsafah bangsa Indonesia.

Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan juga harus diajarkan mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Kemanfaatan PKN pun perlu diamati. Materinya pun harus diterapkan dalam kegiatan sehari-hari. Jadi, pemerintah perlu menjadikan PKN sebagai salah satu pelajaran syarat kelulusan.Selain implementasi terhadap pancasila, masyarakat perlu melihat dan mengenal budayanya. Mengenal budaya saja tidak cukup, butuh praktek pula. Sebagai pemimpin negara Indonesia, dia butuh mendekatkan rakyat dengan budayanya. Contohnya, sering mengadakan pagelaran kesenian di istana. Juga sering hadir pada acara kebudayaan sebagai apresiasi terhadap budaya.

Karismatik seorang pemimpin dapat dilihat dari gaya tutur dan tindakan. Tidak hanya mencari popularitas semata, namun memperhatikan rakyat. Membantu rakyat agar mendapat kesejahteraan. Salah satu caranya dengan menerapkan prinsip kerja keras dan nasionalisme.Budaya kerja keras perlu ditingkatkan. Ini untuk membuat rakyat terbiasa dengan budaya tersebut. Bukan bermaksud mengikuti budaya Jepang, namun melihat kemanfaatan budaya kerja keras. Kesuksesan berasal dari kerja keras. Semua dapat terjadi melalui proses.

Korupsi juga harus dikurangi. Lembaga negara yang menangani kasus korupsi, Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) perlu ditingkatkan. Sebelum masuk menjadi pegawai dan atasan KPK, melalui tahapan screening yang ketat. Hal utama adalah seleksi kejujuran. Kejujuran dapat dilihat dari tingkah laku dan kegiatan sehari-hari mereka.Tidak hanya untuk KPK, seluruh instansi juga butuh pembelajaran dan seleksi moral. Moralitas sekarang dianggap tidak penting oleh sebagian orang. Padahal kunci sebuah keberhasilan suatu negara ada pada segi ini. Sebuah negara kaya akan Sumber Daya Alam ( SDM) tetapi banyak dieksploitasi dan dikuasai pihak asing, maka sama saja negara tidak mendapatkan keuntungan. Meskipun negara tersebut memiliki Anggaran Pendapatan Belanja Negara ( APBN) yang tinggi, namun banyak dikorupsi maka akan sia-sia pula.

Negara yang makmur tidak hanya bertumpu pada pemimpinnya. Namun juga melihat kemajuan rakyatnya. Pemimpin tidak ada apa-apanya tanpa rakyat. Rakyat pun tidak ada artinya tanpa pemimpin. Presiden yang hebat bukan presiden yang mampu menangani segala permasalahan tapi tak memperhatikan rakyatnya. Kehebatan seorang pemimpin terletak pada kedekatanya dengan rakyat. Kebijakannya akan selalu dikenang oleh rakyat karena memberikan dampak positif. Seperti Franklin Delano Rosevelt, ketika dia telah meninggal, rakyat masih mengingatnya sebagai presiden.

Source : Annisa Setya Hutami hutamiannisa@yahoo.com

This entry was published on April 12, 2012 at 7:36 am. It’s filed under Inspirasi Kehidupan and tagged . Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: