Coretan Penghuni Jalanan

Pendekatan Pada Masalah Anak Jalanan

Masalah anak jalanan memang masalah lama yang sulit dihadapi. Ada banyak variable yang membuat permasalahan tersebut sulit dituntaskan. Secara teori fenomena anak jalanan dapat diahadapi dengan tiga model pendekatan. Pendekatan penghapusan (abolition), perlindungan (protection), dan pemberdayaan (empowerment).

Pendekatan penghapusan ialah suatu pendekatan yang lebih menekankan pada cara menghapus anak jalanan secara radikal, dengan melalui perubahan tatanan struktur tersebut, mengandaikan teratasinya problem kemiskinan yang menjadi akar dari fenomena anak jalanan.

Pendekatan perlindungan, ialah suatu pendekatan yang menitik beratkan pada perlindungan dan pemberian hak-hak anak jalanan. Perlindungan tersebut dapat melalui perumusan hukum-hukum yang berpihak pada anak jalanan, peningkatan peran lembaga-lembaga sosial juga fungsionalisasi lembaga-lembaga pemerintah untuk memberikan perlindungan terhadap anak jalanan.

Pendekatan pemberdayaan, ialah susah meningkatkan kemampuan skill anak jalanan dalam bidang tertentu, dengan tujuan para anak jalanan tersebut dapat mandiri secara ekonomi. Pendekatan pemberdayaan tersebut juga untuk membangun kesadaran kritis anak jalanan akan hak dan posisinya dalam ranah sosial dan politik masyarakat. Mereka memiliki hak dan posisi yang sama dengan warga negara yang lain.

Model pembinaan dalam mencapai tujuan salah satunya dalam adanya rumah singgah secara lebih spesifik pembimbingan dilakukan secara kondusif yaitu dengan mengembangkan sistem pembinaan terstruktur, terjadwal, fleksibel, dan berkesinambungan dalam lingkungan dengan kasih sayang perlindungan kebersamaan dan juga keteladanan dari pembimbing (pekerja sosial) yang secara rinci dapat digambarkan sebagai berikut:

a. Pembinaan intelektualitas anak jalanan, meliputi:

  1. Pembinaan peningkatan pendidikan dan pengetahuan. Dengan jalan memasukkan anak binaan ke sekolah-sekolah formal sesuai dengan tingkat pendidikan dari anak binaan.
  2. Pembinaan peningkatan ketrampilan dan keahlian. Yaitu melalui pemberian materi pendidikan ketrampilan dan keahlian yang dikelompokkan sesuai bakat dan minat.
  3. Pembinaan peningkatan profesionalisme. Yaitu melalui metode penyampaian dengan pemberian teori dasar tentang seni dan praktek. Tujuannya agar anak jalanan akan produktif dari hasil karya seninya.

b. Pembinaan mental anak jalanan berupa pemberian motivasi, semangat, rasa percaya diri, kebersihan, dan kedisiplinan. Usaha ini ditempuh dengan cara pendekatan-pendekatan dan nasehat-nasehat. Selain itu juga dapat diberikan peraturan-peraturan yang membuat anak merasa tidak terbebani karena sudah terbiasa.

c. Pembinaan moral anak jalanan, adalah pembinaan akhlak, norma/etika, hidup melalui penerapan jadwal sholat bersama, pengajian bersama.

Demikian beberapa pendekatan terhadap masalah anak jalanan secara teoritis, tentu saja masih memerlukan telaah yang lebih mendalam untuk bisa mempraktikkannya dalam bentuk teknis.

Source : http://kafeilmu.com/2010/12/pendekata-pada-masalah-anak-jalanan.html

 

This entry was published on April 12, 2012 at 6:29 am. It’s filed under Torehan Jalanan and tagged . Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: