Coretan Penghuni Jalanan

Anak Jalanan, Aset Negara !!

Anak jalanan, sebutan bagi pengamen ataupun pengemis yang meresahkan pengendara, dan sebagian orang menyebut pedagang lampu merah sebagai salah satu bagian dari mereka. “Apa yang berbeda? Pedagang terkadang berbuat sedikit memaksa kepada pengendara yang akhirnya menimbulkan argumen bahwa mereka tak jauh beda dengan anak jalanan lainnya.”

Kami hidup diantara aspal dan polusi kendaraan, jalanan telah membuka peluang kepada kami untuk meningkatkan nilai pajak.

Bukan kenyataan pahit tapi mungkin bagi mereka hanya sebuah lantunan hati ketika berdagang dibawah terik matahari. Dunia ini tak sesempit daun kelor, menurut mereka dunia ini lebih sempit dari apa yang kau fikirkan. Dan aku pun bingung, apakah hidup hanya untuk makan atau menikmati hidup hingga usiamu mati?

Aku Aset Negara

Menyebut dirinya sebagai pedagang nakal, artinya kita hanya memandang sebelah mata. Rani, sebutan bagi dirinya yang bermandikan keringat demi menghabiskan koran dagangan. Jangan sebut ‘Rani’ saat membicarakan tentang dirinya, dia lebih suka di sebut ‘She’ berusia 16 tahun, rajin menabung, akrab dengan aspal. Sekilas She adalah contoh dimana cercaan melanda anak jalan, tapi dengan niat yang tulus bahwa berdagang bukan dengan unsur pemaksaan. Menabung adalah salah satu harapan agar cita citanya menjadi seorang engineers dapat terlaksana.

She juga tak berkeinginan menjadi seorang PRT dimana pilihan itu terjadi ketika nantinya tak sanggup lagi berdiri di atas aspal.

Aku anak jalanan dan bukan aset yang bisa dijual negara

Menanamkan niat dalam dirinya dikemudian hari agar nasib Ibu sebagai PRT tak diwarisi She, yang kini berjuang keras menutupi kebutuhan
adik adiknya. Jangan bertanya berita hari ini kalau Anda belum membaca koran, karena She selalu menyisakan satu koran untuknya setelah dagangan habis. Dan jangan harap rekannya mendapatkan alas tidur koran sebelum She selesai membaca. Ini hanya sepenggal cerita anak jalanan

Miskin Selalu Bermimpi

Bukan bicara soal miskin karena aku pun masih miskin, tapi si miskin selalu bermimpi dengan harapan merubah hidup menjadi lebih baik. Miskin bukan seperti sinetron yang berakhir dengan kekayaan, miskin tak mampu kuucapkan. Itulah miskin hingga yang miskin tak mampu menjabarkan sejauh mana miskin baginya. Dan anak jalanan sanggup menyebut Anda miskin ketika tak memiliki uang receh padahal menyimpan berlembar lembar uang berwarna merah.

Anak jalanan adalah aset negara yang tak bisa diperjual belikan seperti pekerja lainnya, mereka bergerak sendiri menghidupkan roda perekonomian. Ya, setidaknya;

Ribuan eksemplar koran telah terjual di atas aspal, jutaan bungkus rokok, permen dan minuman kemasan habis disini. Entah berapa nilai pajak yang mereka bantu untuk pemerintah dengan perdagangan di atas aspal.

Masihkah Anda menganggap mereka sebelah mata?

Inti Post:

anak jalan, Anak terlantar, anak jalanan miskin, kisah anak jalanan bekerja, kisah anak jalanan yang tidak diurus negara, pro dan kontra adanya pengemis dan anak jalanan, sebutan buat anak jalannan, anak anak terlantar, tempat tidur anak jalanan, trotoar jalanan, undang undang anak terlantar diurus oleh negara, kisah anak jalanan, fakir dan anak terlantar adalah aset negara, anak jalanan di lindungi negara, anak jalanan selalu bercerita, anak terlantar diurus negara, apakah selama ini fakir miskin selalu dipelihara, aset negara terlantar, cerita anak jalanan, contoh pertanyaan tentang anak jalanan

Source : http://kaget.net/kota/anak-jalanan-aset-negara.html/

This entry was published on April 15, 2012 at 3:39 am. It’s filed under Realitas Jalanan and tagged . Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: