Coretan Penghuni Jalanan

Ternyata, Masih Ada Anak Jalanan Di Ukraina

Anak jalanan berisiko terkena HIV di Ukraina 

(Judul asli: Street-based adolescents at high risk of HIV in Ukraine). Busza JR, Balakireva OM, Teltschik A, et al. J Epidemiol Community Health 2011;65(12):1166–70.

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur distribusi perilaku berisiko HIV pada remaja jalanan di empat kota Ukraina sebagai bagian dari program pencegahan HIV dari UNICEF untuk remaja paling berisiko. Sebuah survei potong lintang perilaku dilakukan pada 805 remaja (usia 10-19 tahun) di kota Kiev, Donetsk, Dnepropetrovsk dan Nikolaev. Peneliti mengambil sampel berbasis lokasi dan kemudahan untuk mencapai 200 remaja di setiap daerah dan menyebarkan kuesioner standar tentang penggunaan narkotika, perilaku seksual, penggunaan kondom, pengetahuan HIV, akses ke layanan pencegahan, pengalaman kekerasan, dan kontak dengan lembaga negara dan kepolisian. Perilaku berisiko HIV banyak ditemukan, termasuk penggunaan narkotika suntikan pada 15,5% dari sampel. Hampir tiga perempat remaja sudah melakukan hubungan seksual, sebagian besar sebelum berusia 15 tahun. Perilaku seksual antara laki-laki (LSL, lelaki seks dengan lelaki) dilaporkan kurang dari 10% dari semua anak laki-laki yang diteliti. Penggunaan kondom masih rendah meskipun bervariasi menurut jenis pasangan. Ditemukan juga tingginya kasus pemaksaan dalam hubungan seksual, dan 75,5% responden melaporkan pelecehan dilakukan oleh polisi. Anak jalanan di Ukraina berisiko besar tertular HIV karena keterlibatan dalam penggunaan narkotika suntikan dan hubungan seks tanpa kondom di ranah pribadi maupun komersial dan tidak memiliki akses yang baik untuk pencegahan dan layanan kesehatan lainnya.

Fakta mengejutkan tercatat 100 Juta anak dibawah umur terpaksa hidup di jalan yang tersebar di seluruh dunia, Anak jalanan juga sangat rentan menjadi korban, eksplotasi, kekerasan seksual, penyalahgunaan oknum yang tak bertanggung jawab, tekanan psikologis. Di negara Ukraina juga ada sebagian anak yang menghabiskan waktu di jalanan ! ini bukan tanpa alasan mengapa mereka rela hidup tak layak di jalan. Sungguh miris apabila kita melihat kondisi sesungguhnya , hidup terisolir dari dunia luar, jauh dari kata layak menurut opini saya. namun toh juga mereka survive !! Ditengah masyarakat Ukraine masih banyak kumpulan anak terlantar di sudut kota Odessa.

Seorang Jurnalis sekaligus Misionaris David Gillanders dan Penyiar Rasmus Paulsen mengunjungi negara Ukraina pada pertengahan bulan Februari-Maret pada tahun 2010 yang lalu, untuk membuat laporan rerportase perjalanan anak jalanan di Ukraina, mereka menghabiskan waktu 2 minggu guna melihat lebih dalam kehidupa n anak jalanan di Ukraina , misi ke Ukraina guna menghimpun dana untuk memerangi HIV/AIDS di tengah anak-anak jalanan.

Di kota kecil Odessa bagian selatan tumbuh anak jalanan yang hidup di serba kesulitan, mereka biasanya berkelompok mendiami suatu tempat terdiri atas 7 orang yang kesemuanya dibawah usia relatif muda, mereka hidup di bassement apartement yang tak lama ditinggali ,tak masalah bagi mereka, asalkan bisa tidur nyenyak meskipun beralaskan alas seadanya. Akses meuju tempat tinggal merekapun harus melewati ventiduct sangat kecil berukuran 1×1 meter ,tidak sembarang orang bisa masuk kedalam area tempat tinggal mereka , terlebih orang dewasa,salah satu cara untuk dapat masuk adalah dengan cara merangkak mengendap ke tanah melewati pintu kecil. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, anak-anak jalanan tersebut rela melakukan apa saja asalkan hari ini perut mereka terisi dimulai dari berjualan koran, mengemis di perempatan jalan, mengamen, sampai melakukan tindakan kriminal seperti mencuri, menodong, memeras pengguna jalan yang lewat, tak jarang mereka kerap harus berhubungan dengan pihak berwenang untuk mempertanggung jawabkan perbuatan mereka. berbagai macam upaya telah dilakukan oleh pemerintah Ukraina guna memutus mata rantai perkembangan anak jalanan di negara mereka, namun seolah-olah tidak efektif, ibarat mati satu tumbuh seribu. Tidak jauh berbeda sama seperti di Indonesia !!

Sangat menyedihkan..ImageImageImageImageImageImageImageImageImageImageImageImageImageImageImage

This entry was published on April 17, 2012 at 7:03 am. It’s filed under Realitas Jalanan and tagged . Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: