Coretan Penghuni Jalanan

Anak Jalanan & Indonesia

Image

Indonesia adalah salah satu negara yang cukup besar dengan kekayaan alam yang sangat melimpah, baik itu dari segi agrarisnya hingga segi maritimnya. Hal tersebut seharusnya bisa membuat masyarakat Indonesia sejahtera, namun pada kenyataannya  masyarakatnya masih banyak yang berada di bawah garis kemiskinan. Di berbagai daerah masih saja terdengar berita busung lapar, kondisi fasilitas pendidikan yang kurang layak, hingga masalah sosial yang terdapat di kota-kota besar seperti premanisme dan anak jalanan. Sungguh ironis memang, Indonesia yang seharusnya bisa menjadi Negara maju tapi malah terpuruk sebagai Negara berkembang.

Bangsa ini perlu belajar banyak dari Negara Jepang. Jika kita melihat sejarahnya, Jepang pernah dibom atom hingga 2 kali oleh Amerika Serikat di tahun 1945. Akibat peristiwa tersebut, seketika Jepang menjadi Negara yang terpuruk. Ketika banyak Negara meyakini Jepang baru bisa bangkit 100 tahun kemudian, namun kaisar Jepang saat itu, kaisar Hirohito, berhasil mematahkan pendapat tersebut. Saat itu, beliau memfokuskan pada pendidikan dan dengan susah payah mengusahakan agar setiap masyarakatnya bisa mengenyam pendidikan yang lebih baik agar dapat membangun Jepang kembali. Dan hasilnya kurang dari 50 tahun, Jepang bisa bangkit bahkan bisa membuat dirinya menjadi Negara maju. Dari paparan diatas, jika kita melihat dari segi kekayaan alam dan kondisi alam yang dimiliki Jepang, Indonesia jauh lebih beruntung. Tapi kenapa Indonesia tidak bisa menjadi seperti Jepang? Satu-satunya jawaban adalah pendidikan. Pendidikan adalah pilar utama dalam kemajuan sutu bangsa. Tanpa pendidikan negara akan hancur disamping bidang lainnya. Suatu dikatakan maju apabila pendidikan negara tersebut berkembang pesat dan memadai. Dengan pendidikan kita bisa mengetahui sesuatu yang tak diketahui menjadi tahu. Pendidikan juga bisa meningkatkan potensi diri dan cara berpikir kita Keutamaan dari pendidikan itu sendiri adalah pengembangan pola pikir seseorang untuk menjadi lebih baik dan bermartabat.

Di Negara Jepang, pemerintahnya sangat memperhatikan pendidikan bangsanya. Hal inilah yang membuat Negara Jepang tersebut bisa maju walaupun kondisi alamnya tidak mendukung. Sedangkan di Indonesia, pendidikan adalah sesuatu yang tidak mudah didapat bagi kalangan menengah ke bawah. Masih banyak anak yang putus sekolah di usia yang masih belia bahkan masih ada juga yang belum mendapatkan pendidikan sama sekali. Padahal  mendapatkan pendidikan merupakan hak dari setiap warga Negara dan hal ini sudah tertuang di Pasal 31 Undang-Undang 1945 pada Ayat (1) yaitu Setiap warga Negara berhak mendapatkan pendidikan. Pemerintah Indonesia sendiri sudah mencanangkan wajib belajar 9 tahun hingga Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk mengatasi masalah pendidikan ini. Walau demikian, masih banyak anak yang kurang mendapatkan pendidikan yang layak. Jangankan di daerah-daerah yang terpencil, bahkan di kota besar saja seperti Surabaya masih terdapat anak-anak yang belum mendapatkan pendidikan. Anak-anak yang seharusnya belajar di sekolah tapi malah bekerja mencari rupiah di jalanan demi membantu orang tuanya.

Anak jalanan juga merupakan salah satu aset yang sangat berharga untuk menjadi penerus Indonesia di masa yang akan datang. Sebagian besar hidup anak-anak tersebut ada di jalanan yang notabene merupakan kehidupan yang keras, sehingga tidak mengherankan jika mereka memiliki perilaku dan moral yang sedikit berbeda dari anak seusianya.. Bagi sebagian besar orang beranggapan bahwa anak jalanan cukup meresahkan pengguna jalan. Tetapi mereka hanyalah anak-anak yang masih belum mengerti apa-apa, yang mereka bisa lakukan adalah bagaimana caranya mencari sesuap nasi di jalanan agar bisa menyambung hidupnya. Mereka juga punya mimpi yang sama seperti anak-anak lainnya, mereka ingin bersekolah dan bercita-cita setinggi mungkin, namun hal itu hanyalah sebuah angan-angan belaka karena mereka harus menghadapi realita yang ada yaitu kemiskinan. Sehingga keinginan tersebut mereka pendam.

Melihat kondisi anak jalanan tersebut sungguh sangat memprihatinkan, jika hal itu tetap berlangsung, maka apa jadinya wajah Indonesia yang akan datang. Sekarang bukan lagi waktunya untuk saling menyalahkan dan menuntut semuanya sebab hal itu tidak akan bisa menjadi lebih baik tapi nantinya malah memperburuk keadaan. Ini adalah masalah bersama dan penyelesaiannya pun juga perlu bersama dan perlu banyak kesadaran diri dari setiap individu untuk bisa mengubah kondisi yang seperti itu. Di sinilah peran dan fungsi mahasiswa seharusnya bisa berjalan. Mahasiswa sebagai “Control Social” diharapkan bisa mengontrol lingkungan sekitarnya agar bisa menjadi lebih baik. Sehingga secara tidak langsung mahasiswa juga berperan sebagai “Agen of Change” yang nantinya dapat memberikan perubahan bagi Indonesia. Perubahan tersebut tidaklah harus dikerjakan dari sesuatu yang besar tapi bisa juga dimulai dari sesuatu yang kecil yang berada di sekitar kita. Hal konkrit yang bisa dilakukan adalah membawa sedikit sinar harapan bagi anak jalanan. Mahasiswa bisa melakukan beberapa hal sebagai wujud dari pengabdiannya pada masyarakat, seperti :

  1. Memberikan pembinaan berupa bimbingan belajar bagi anak jalanan.
  2. Memberikan sosialisasi pada orang tua anak jalanan tentang pentingnya pendidikan bagi masa depannya.
  3. Mengusahakan agar anak jalanan bisa mendapatkan pendidikan yang layak. Seperti pengajuan beasiswa bidik misi bagi mereka.
  4. Mengajarkan tentang moralitas bagi anak jalanan sehingga nantinya diharapkan mereka bisa menjadi generasi penerus bangsa yang memiliki moral tinggi.
  5. Mengajarkan keterampilan lain kepada anak jalanan agar nantinya mereka bisa menjadi pribadi yang mandiri.

Terkadang tindakan yang kita lakukan untuk memberikan pendidikan bagi anak jalanan tersebut masih tergolong kecil atau sedikit, tapi itu nantinya bisa menjadi manfaat yang sangat besar bagi mereka. Dengan pendidikan, mereka sebagai anak jalanan secara tidak langsung juga akan berusaha untuk mengubah nasib hidupnya agar lebih baik. Selain menjadi orang yang berintelek, mereka juga diharapkan memiliki moral yang tinggi sehingga tidak menutup kemungkinan bahwa di masa yang akan datang, mereka akan menjadi generasi penerus bangsa untuk menjadikan wajah Indonesia yang lebih baik lagi. Di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin. Anak jalanan yang biasanya dipandang sebelah mata, suatu saat nanti bisa menjadi berlian bagi negeri ini. Selama kita masih ada keinginan untuk memperbaiki kondisi Indonesia, selama itu juga Indonesia masih bisa menjadi negara yang lebih baik dan lebih maju dari sebelumnya..

Source : http://kem.ami.or.id/2012/02/anak-jalanan-dan-indonesia/?s=anak+jalanan

This entry was published on April 18, 2012 at 5:52 am. It’s filed under Realitas Jalanan and tagged . Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: