Coretan Penghuni Jalanan

Anak-Anak Jalanan Afghanistan Menerima Pendidikan

Nasib malang menimpa 850 anak yang tersebar di pusat-pusat rehabilitasi di seluruh Afganistan. Mereka terkungkung dalam kesulitan untuk mengakses pangan, kesehatan, dan pendidikan yang memadai dan layak. Sudah begitu, banyak pula yang sakit.

Setelah 30 tahun konflik, Afganistan telah menjadi salah satu negara termiskin di dunia. Anak-anak berjumlah sekitar separuh penduduk, dan 25 persen di antaranya meninggal saat berusia di bawah lima tahun. Usia harapan hidup penduduk Afganistan rata-rata 44 tahun.

Jumlah anak-anak di berbagai pusat rehabilitasi bervariasi. Mereka adalah sebagian kecil dari sekitar 15 juta anak Afganistan. Para ahli mengatakan, hingga 40 persen anak-anak itu bekerja untuk membantu keluarga mereka yang miskin.

Masa depan mereka buram, selain itu tak memiliki tempat tinggal tetap, berpeluang kecil untuk mendapatkan pendidikan. Masalah anak jalanan yang tambah gawat di Kabul merupakan salah satu tantangan pemerintah Afghanistan.

  • Aghanistan tercatat memiliki pendidikan termiskin di dunia, dengan rendahnya tingkat taraf pendiidikan di sekolah dan persentase yang tinggi dari buta huruf.
  • Antara tahun 1996 dan 2001, di bawah kelompok Islam Taliban, situasi pendidikan di Afghanistan memburuk. Kurikulum sekolah dibatasi, sekolah hancur dan perempuan Afghanistan dilarang dari semua kehidupan pendidikan.
  • Setelah Taliban jatuh dari kekuasaan pada akhir 2001, Suatu badan internasional mempunyai tujuan merekonstruksi sistem pendidikan.
  • Meskipun ada progres kemajuan , pihak berwenang di Afghanistan mencatat ada beberapa kali serangkaian serangan terhadap sekolah-sekolah putri yang dilakukan simpatisan Taliban. Banyak orang di negara itu mengatakan hal itu akan membutuhkan waktu lama untuk membangun kembali sistem pendidikan di Afghanistan pasca perang saudara.

ImageFoto ini memperlihatkan seorang guru sedang mengajari muridnya belajar pengenalan huruf Alfabet di sekolah Aschiana, Kabul Aghanistan . Foto ini diambil 28 Februari 2008 , Sekolah Aschiana membantu ribuan anak yang orang tuanya tidak mampu mengirim mereka ke sekolah biasa, saat ini ada 8 sekolah yang bermodel sama seperti sekolah Aschiana tersebar di ibu kota Kabul, tercatat ada 10.000 siswa yang tidak mampu mengenyam pendidikan di sekolah itu. Mayoritas mereka adalah anak perempuan mulai dari usia tujuh tahun hingga 17. Mereka datang dari keluarga miskin sebagian besar anak-anak tersebut dipaksa bekerja seusai pulang sekolah, membersihkan mobil, menyemir sepatu, atau mengumpulkan sampah.

Image

Seorang gadis Afghanistan sedang menulis selama pelajaran berlangsung di Aschiana, Kabul, Afganistan.

Image

Seorang gadis Afghanistan tampak begitu serius menulis selama pelajaran di sekolah.

Image

Wazhma, 7 tahun. Tampaknya sedang mendengarkan penjelasan dari guru di sekolah Aschiana, Kabul Afghanistan.

ImageAnak-anak jalanan Afghanistan menghadiri kelas sekolah di Aschiana, Kabul Afghanistan.

ImageMereka sangat antusias menerima pelajaran meskipun di negaranya sedang dilanda gejolak perang.

Image

Mariam, 8 tahun. Seorang gadis Afghanistan sedang menyalin pelajaran yang ditulis di papan tulis.

Image

Hadisa, 8 tahun. mendapat bantuan dari gurunya mengeja huruf Alfabet inggris. di sekolah Asciana.

Image

Wazhma, 7 tahun. Membawa sampah yang dikumpulkan dari jalan-jalan untuk membantu keluarganya memenuhi kebutuhan sehari-hari seusai pulang sekolah.

Image

Anayetah, 12 tahun. setelah jam sekolah usai, ia tak lupa membantu keluarganya dengan cara menawarkan jasa menyemir sepatu.Image

Wazhma, 7 tahun, mengangkat tangan menjawab perintah dari sang guru begitu pun juga dengan teman-temannya.Image

Mariam, 8 tahun, sedang menyalin tulisan ke bukunya.Image

Anak laki-laki Afghanistan mengumpulkan sampah dari jalanan kemudian di kumpulkan dalam kantong besar, lalu dijualnya ke pengepul.

Image

Wazhma, 7 tahun, mengumpulkan sampah dari jalanan untuk membantu keluarganya, kemudian ditukar dengan lembaran uang.

Image

Hadisa, 7 tahun, membawa sampah dari jalanan, setelah mengikuti pelajaran sekolah, aktivitas ini dilakukannya setiap hari, namun tidak sedikitpun merasa mengeluh.Image

Hadisa, 7 tahun, dengan langkah pasti menyusuri setiap jalanan ibu kota Kabul mengumpulkan barang rongsokan yang menurut sebagian banyak orang tak ada gunanya, namun siapa sangka barang tak berguna itu, bisa menjadi lembaran uang setelah dijual.

Image

Seorang anak laki-laki Afghanistan menunggu di luar toko sepatu yang menjual permen karet dan permen. Coba lihat matanya berkaca-kaca ketika melihat toko itu !!

Image

Anayetah, 12 tahun, sedang mengerjakan pekerjaan rumah alias PR dari sekolah sambil menunggu pelanggan untuk semir sepatu.

Image

Haciba, 8 tahun, dan Sorab 10 tahun mengumpulkan sampah dari jalanan ibu kota Afghanistan.

Image

Rafal, 9 tahun, sedang menulis selama pelajaran berlangsung di sekolahnya.

Image

Seorang anak laki-laki Afghanistan , menjadi buruh kasar membersihkan mobil untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarganya.

Image

Anak-anak jalanan Afghanistan sedang mengikuti pelajaran di sekolah Aschiana, Kabul.

Image

Hadisa, 7 tahun (kanan), Sorab 10 tahun (tengah), dan Haciba 8 Tahun (kiri) membawa sampah yang dikumpulkan dari jalanan ibu kota Kabul. Untuk membantu keluarga mereka, setelah sepulang sekolah.

Fakta yang terjadi di lapangan tercatat ada 4 juta anak-anak Afghanistan hingga sampai saat ini belum dapat mengenyam pendidikan formal lantaran konflik berkepanjangan

This entry was published on April 19, 2012 at 12:45 pm. It’s filed under Potret Kelam, Torehan Jalanan and tagged , , . Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: