Coretan Penghuni Jalanan

Kisah Anak Jalanan Mumbai

Image

Anak jalanan India yang kini diperkirakan berjumlah 18 juta-20 juta orang adalah sebuah masalah besar kemanusiaan. Kisah tentang Mohan, yang selama 12 tahun pernah berkubang dengan kebiasaan buruk di sudut-sudut kota, bisa menjadi contoh perubahan perilaku menjadi normal kembali.

Kala itu Mohan masih berusia 13 tahun ketika kabur dari rumah karena takut orangtua dan gurunya marah setelah dia tidak mau mengikuti ujian. Takut dipukul atau perlakuan buruk lainnya, dia pun kabur hingga akhirnya terdampar di Mumbai. Dia tidur berpindah-pindah dari jalanan, ke emperan toko, lalu halte bus kota.

Seperti kebanyakan anak seusianya, Mohan pun terjerembap ke dalam kubang kebiasaan buruk, terutama mengonsumsi narkotika dan obat-obat berbahaya. Dia sering mengunyah tembakau gutka untuk mendapatkan zat adiktif, ngelem, dan mengisap ganja atau hasis untuk membuatnya ”tenang” sesaat.

”Anda merasa bebas. Anda tidak merasa tertekan hidup di jalanan. Anda perlu itu untuk melupakan semuanya. Itu sebuah pelarian,” kata Mohan yang kini sudah menjadi pemuda berusia 25 tahun dan bekerja membantu koki di sebuah restoran di selatan kota Chennai.

Semua kebiasaan buruk di jalanan ditinggalkan Mohan. Dia mulai menapaki lagi kehidupan normal seperti yang dicita-citakannya sejak kecil, terutama saat duduk di bangku SD. Kehidupannya berubah sejak enam tahun silam, berawal di sebuah rumah singgah bagi anak-anak jalanan di Mumbai.

Di rumah singgah dia menjalani proses rehabilitasi, seperti menjalani program detoksifikasi dan membiarkan dirinya pulih. Sekarang, sebagai asisten koki Mohan mendapat upah 4.800 rupee India atau 100 dollar per bulan, dan bisa berkumpul lagi dengan keluarga besarnya.

Mohan ingin membangun kehidupan layaknya manusia normal, yakni bekerja, menikmati hidup dari karya-karya produktif, menikah, dan mempunyai anak. ”Saya ingin menjadi koki, bukan asisten koki. Saya ingin punya rumah dan menikah,” katanya setelah kembali dari sebuah kunjungan amal.

Dalam kunjungan itu, dia membagi kisah kepada anak-anak dari pengalaman buruknya dan bagaimana dia bangkit kembali. Mohan, yang meminta nama aslinya dirahasiakan, adalah salah satu kisah sukses di sebuah panti rehabilitasi bernama Society Undertaking Poor People’s Onus for Rehabilitation (SUPPORT).

Sebanyak 50 anak laki-laki dan 26 anak perempuan berusia 5-18 tahun kini tinggal di pusat-pusat badan amal di Mumbai, didampingi agar kembali ke kehidupan normal. Ada 30 remaja berusia 18 tahun atau lebih diberi pelatihan keterampilan. Kehidupan nyata ini ibarat kisah anak-anak dalam film Slumdog Millionaire.

Pihak lembaga amal mengatakan, anak jalanan merupakan persoalan akut di India, termasuk Mumbai, seiring pesatnya pertumbuhan penduduk dan arus migrasi. Jumlah anak jalanan di India diperkirakan sekitar 18 juta-20 juta orang. Di Mumbai saja, menurut PBB, ada lebih dari 250.000 orang. Namun, Hoshang Irani dari SUPPORT mengatakan, jumlah anak jalanan di Mumbai tak sebanyak itu.

”Sayangnya kami tidak bisa membantu semua anak jalanan itu,” kata Irani. Organisasi nonpemerintah bisa melakukan sesuai sumber daya yang ada, serta pendanaan yang terbatas dari bisnis dan kegiatan amal, bantuan perseorangan, dan subsidi dari otoritas lokal.

Irani, mantan bankir, melukiskan penyebab anak jalanan kecanduan obat-obatan ialah keinginan menghindari nasib buruk, seperti kekerasan fisik, pelecehan seksual, kemiskinan, dan pengalaman terabaikan. Banyak di antara mereka menjadi pengemis atau pencuri kecil-kecilan untuk bertahan hidup. Dengan uang receh, mereka bisa membeli sebatang rokok seharga lima rupee (11 sen dollar AS) dan zat adiktif, seperti lem, 50 rupee. Gadis-gadis remaja terpaksa menjadi pekerja seks dan mengidap penyakit.

Seperti juga nasib anak jalanan di negeri lain, mereka sering jadi korban, diperalat pihak lain demi kepentingan mereka.

This entry was published on April 19, 2012 at 6:49 am. It’s filed under Realitas Jalanan and tagged . Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: