Coretan Penghuni Jalanan

Anak Jalanan Bolivia Semakin Menderita

Image

Banyak faktor yang melatarbelakangi pesatnya pertumbuhan anak jalanan terlantar di Bolivia , permasalahan kompleks kemiskinan dianggap sebagai faktor pemicu tumbuhnya anak jalanan. Kemiskinan sebagai tragedi besar sepanjang sejarah berdirinya negara Bolivia. Di La Paz ibu kota Bolivia tercatat ada 10.000 anak terpaksa hidup di jalanan, tidak ada saudara terlebih keluarganya , mereka hidup dalam taraf level terendah. Untuk memperjuangkan kehidupan sehari-hari mereka harus berjuang terus menerus untuk bertahan hidup, kerap kali musuh yang paling utama sering dihadapi adalah kelaparan, penyakit, dan kesengsaraan. Beberapa diantaranya pernah mengalami tindakan represif dari pihak berwenang bolivia, karena keberadaanya dianggap mengotori pemandangan kota La Paz.

Situasi ini diperparah dengan adanya sikap polisi setempat yang bertindak di luar batas kewajaran, menertibkan anak jalanan. Sebagian besar mereka anak jalanan mengaku ditangkap ,dipukuli , dan membuat kita miris ialah uang hasil jerih payah selama bekerja di jalan diambil oleh polisi tersebut. Kejadian ini berulang kali dilakukan, seperti mengurai benang merah kusut, tidak dapat menemukan jalan keluar sebagai solusi, begitu anak-anak jalanan tersebut ditangkap, di data sebagai syarat administrasi, kemudian diberikan pengarahan oleh pihak berwenang setempat , setelah menjalani hukuman mereka dikembalikan kembali ke jalanan. Bahkan polisi tersebut mengatakan kepada mereka untuk mengumpulkan uang sebanyak mungkin untuk meloloskan jerat hukuman mereka.

Mayoritas anak jalanan mengalami pelecehan seksual, penelantaran dan banyak sekali mereka masuk ke dunia prostitusi, data statistik yang ada di Bolivia melaporkan ada 3.000 anak mendiami jalanan kota La Paz. Anak-anak yang bekerja di jalan sangat menderita, menurut survei yang dilakukan oleh lembaga sosial 10% anak-anak itu meninggal setiap tahun akibat dari terserangnya penyakit, bunuh diri, kekerasan jalanan, dan kecelakaan tragis. Sebagian besar usia mereka 7 sampai 9 tahun ketika pertama kali hidup di jalan, mereka seringkali di eskploitasi oleh oknum yang tak bertanggung jawab untuk mencari keuntungan pribadi. Mereka menderita kelaparan, mereka sering menggunakan obat-obatan untuk sekedar menghilangkan stres, jangankan memperoleh pendidikan layak, untuk makan sehari-hari saja anak-anak jalanan tersebut harus bekerja keras.

ImageImageImageImage

Ada lebih dari 2.500 anak-anak hidup di jalanan kota-kota besar seperti Cochabamba, La Paz dan Santa Cruz, Bolivia.
  • 75% anak jalanan adalah 12 tahun, 25% berusia 3 sampai 11.
  • 20% anak jalanan Bolivia kelaparan karena tidak cukup makan, 20% ditinggalkan oleh orang tua mereka, dan 60% secara fisik disalahgunakan
  • 80% anak jalanan di Bolivia menghirup “clefa” (lem) dan beberapa remaja pecandu alkohol. Lebih dari 40 bayi hidup di jalan-jalan Cochabamba, Bolivia.
  • Sebagian besar di Bolivia secara fungsional buta huruf karena mereka meninggalkan sekolah.
  • Mereka tidak dapat membaca dan menulis dengan kesulitan
  • 90% anak jalanan di Bolivia menggunakan pelarut sebagai bentuk ekskapisme
This entry was published on April 20, 2012 at 7:37 am. It’s filed under Eksploitasi Anak, Realitas Jalanan and tagged , . Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: