Coretan Penghuni Jalanan

Anak Jalanan Honduras Mengalami Tindak Kekerasan

Image

Menurut data yang dikeluarkan oleh UNICEF, jumlah anak jalanan di dunia lebih dari 100.000.000 anak, diperkirakan sekitar 40% hidup, tidur, dan makan di jalan, tanpa ada pengawasan serta pendampingan dari orang tua mereka , sementara itu 60% lainnya menghabiskan besar menghabiskan waktu mereka di jalan. 40 juta anak tinggal di Amerika Latin, dimana enam puluh persen dari total populasi anak hidup dalam kemiskinan.

Di Honduras, mayoritas anak jalanan hidup di ibu kota Honduras yakni Tegucigalpa , San Pedro Sula, di kedua kota besar ini. Kebanyakan dari mereka lari dari rumah disebabkan karena kemiskinan, taraf hidup yang rendah, kekerasan pada anak, eksploitasi, kecanduan alkohol, disintegrasi keluarga adalah masalah yang telah lama dikaji oleh para ahli. adapun selama hidup di jalan mereka mengemis, mencuri, menyemir sepatu, atau melakukan pekerjaan sambilan untuk bertahan hidup. Sebagian besar mereka kecanduan Lem “Kuning” yang sangat adiktif dan dapat menimbulkan kerusakan pada organ tubuh.

Anak jalanan di Honduras harus lari kejar-kejaran supaya lolos dari operasi penertiban petugas, sejak petugas berwenang melakukan tindakan patroli keliling menyusuri jalanan kota, dimulai 2 Januari 2002, anak jalan sekarang tidak dapat melenggang bebas seenaknya di tempat umum karena harus mengikuti aturan yang sudah ditetapkan oleh petugas bersangkutan, pemerintah Honduras telah beberapa kali mengeluarkan inisiatif baru untuk membantu anak-anak jalanan terlantar ini. Misalnya pemerintah kota Tegucigalpa, baru-baru ini membuat walk-in center untuk anak-anak jalanan yang usianya lebih mudam adapun tujuan dilaksanakan program ini tak lain tak bukan untuk mengasah bakat dan keterampilan yang sudah dimiliki anak-anak jalanan tersebut.

Di Honduras berdasarkan laporan dari Bank Dunia memperkirakan 8 sampai 12% dari semua anak yang usianya dibawah 18 tahun bekerja atau hidup di jalan setara dengan 200.000 sampai 800.000 anak. sebagaian besar mereka bekerja di pasar market di pusat kota, peningkatan anak jalanan selam dekade terakhir di Tegucigalpa sangat besar.

Pemerintah Honduras terlibat dalam upaya pembunuhan anak jalannan

Anak Jalanan memiliki sedikit pilihan mengapa mereka harus hidup di jalan, dapat dikatan anak jalanan tersebut hidup terpinggirkan dari kelas sosial masyarakat, paling miskin. Membunuh anak-anak jalanan Honduras dianggap sebagai program “pembersihan sosial”  seolah-olah mereka dianggap kutu yang perlu dibasmi, dan dibinasakan. pelh pasukan keamanan dan para pebisnis, media nasional juga memainkan peran. Anak-anak jalan dicap sebagai biang keladi pembuat masalah tatanan kota. terlebih anak-anak jalanan tidak diinginkan keberadaanya oleh masyarakat pada umumnya.

HAM Laporan Negara Tahun 2005 tentang praktek Hak Asasi Manusia

Perampasan atau melanggar hukum kehidupan, Media setempat melaporkan bahwa berdasarkan informasi dari sumber pemerintah, kegiatan main hakim sendiri di duga menyebabkan lebih dari 970 pembunuhan dalam 7 tahun terakhir, penjahat dicurigai adalah geng mafia, anak-anak jalanan dan remaja yang diketahui terlibat dalam kejahatan kriminal. Sekitar 80 orang telah ditahan dala 7 tahun terakhir sehubungan dengan pembunuhan tersebut. 9 dari mereka dihukum pada akhir tahun 2008.

Pemerintah dinilai tidak mampu memperbaiki kondisi hidup atau mengurangi anak jalanan dan remaja. Pemerintah dan organisasi yang menangani hak anak bahwa selama setahun sekitar 20.000 anak jalanan, setengahnya telah mempunyai tempat berlindung. Banyak sekali ditemukan fakta yang mengejutkan diantara mereka rata-rata pernah mengalami tindakan pelecehan seksual yang dilakukan oleh sesama anak jalanan, eksploitasi.

ImageImageImageImageImage

Para organisasi Pemerintah Casa Alianza menghitung dari 10.000 anak jalanan di Honduras sangat rentan terhadap berbagai resiko.

Pembunuhan terhadap 1.000 anak jalanan selama 4 tahun terakhir belum diusut secara tuntas intinya tetap tidak dihukum, pemerintah terkesan lamban menangani kasus ini.

Casa Alianza melaporkan bahwa 843 anak tewas secara mengenaskan antara januari 1998 dan juni 2001. ini  dikaitkan 7 persen pembunuhan dilakukan polisi, 1 persen agen keamanan, 19 persen individu, da 13 persen perang antar geng kelompok.

This entry was published on April 21, 2012 at 6:19 am. It’s filed under Eksploitasi Anak, Potret Kelam and tagged , . Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: