Coretan Penghuni Jalanan

Anak Jalanan Afghanistan, Sulitnya Memperoleh Pendidikan Formal

Menurut laporan yang dikeluarkan oleh PBB bahwa ada 37.000 anak jalanan Afghanistan, hampir semuanya adalah anak yatim, dalam sebuah masyarakat hampir secara eksklusif didominasi laki-laki dengan sedikit kesempatan bagi perempuan untuk memperoleh pekerjaan, anak-anak yatim banyak yang menjadi tulang punggung penopang perekonomian keluarga, mereka bekerja setiap hari hampir 12 jam dibawah sinar matahari yang cukup terik, dan tentunya musim salju yang terkadang turun, dari kebanyakan mereka terlibat dalam pekerjaan sambilan. 3/4 warga afghanistan hampir sepenuhnya buta huruf.

Pada hari tertentu di jalanan Kabul, Afghanistan. Puluhan ribu anak-anak jalanan turun ke jalan untuk mengemis, menjadi pedagang asongan, bahkan jika kalau musim dingin melanda, mereka tetap turun ke jalan. Anak-anak jalanan berpenghasilan rata-rata kurang dari 2 Dollar Amerika tiap hari, tidak sedikit juga anak-anak Afghanistan yang bekerja di sektor informal, seperti menyemir sepatu, mengemis, atau mencari barang bekas layak pakai di jalan, Meskipun tidak ada data statistik yang pasti, akan tetapi menurut AIHRC melaporkan bahwa di Kabul ada sekitar 60.000 pekerja anak, sebagian besar mereka datang dari provinsi lain kemudian bermigrasi ke kota besar, pada tahun 2005 UNICEF melaporkan bahwa ada satu juta pekerja anak yang berdiam diri di kota Kabul, dibawah usia 14 tahun, UNICEF memperkirakan, setidaknya ada 20% anak usia sekolah dasar yang bekerja, sebuah laporan dari AIHRC dirilis tahun ini memperkirakan bahwa anak kebanyakan bekerja sebagai pedagang kaki lima (13 persen) atau penjaga toko (21 persen), beberapa diantaranya bekerja sebagai buruh serabutan. 86% pekerja anak adalah laki-laki sedangkan sisanya adalah perempuan 14%.

Setiap hari anak-anak Afghanistan berlalu-lalang di jalanan Afghanistan, berjualan surat kabar di pinggir jalan, mengemis, dan lain sebagainya pekerjaan yang mereka kerjakan pun beragam, 50.000 sampai 60.000 anak jalanan tersebar seluruh pelosok negeri, diantara mereka tidak dapat melanjutkan pendidikan , masalah anak jalanan Afghanistan sulit sekali menemukan jalan keluar, bahkan sekalipun anak-anak sudah mengenyam pendidikan gratis, namun tetap saja sebagian besar orang tua tidak ingin mengirim anak-anak mereka kembali ke sekolah karena lebih baik mencari penghasilan tambahan daripada sekolah.

ImageImageImageImageImageImageImageImageImageImageImageImageImageImageImageImageImage

Fakta tahukah kamu !!

  •   1 dari setiap 3 anak (lebih dari 1 juta anak-anak) telah kehilangan salah satu atau kedua orang tua
  • 20% anak meninggal sebelum ulang tahun pertama mereka, sebagian besar terkena penyakit.
  • 50% anak menderita kekurangan gizi kronis
  • Sekitar separuh korban ranjau darat 200.000 adalah anak-anak
  • Diperkirakan 2 juta anak-anak menjadi korban tewas perang
  • 50.000 anak jalanan di Kabul adalah tulang punggung keluarga
  • Hampir dari setengah anak Afghanistan tidak memperoleh pendidikan
This entry was published on April 29, 2012 at 4:39 am. It’s filed under Eksploitasi Anak, Realitas Jalanan and tagged , , . Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: