Coretan Penghuni Jalanan

Anak Jalanan Menurut Definisi Ekonomi

Image

Anak jalanan menurut pengertian ekonomi adalah anak-anak yang terpaksa mencari nafkah dengan cara mengasong di jalan-jalan karena kebutuhan ekonomi. Mereka di tempat-tempat strategis seperti di persimpangan jalan yang menggunakan lampu lalu lintas. Fenomena tersebut dianggap sebagai gangguan terhadap keindahan kota, ketertiban dana kebersihan. Tidak jarang mereka ditangkap oleh aparat kebersihan (Nugroho, 2000:78-79)

Menurut Konsorsium Anak Jalanan Tahun 1996

Dibagi menjadi tiga klasifikasi sebagai berikut :

Pertama, anak perantauan atau mandiri yang ditandai dengan bekerja di jalanan, hidup sendiri jauh dari orangtua, sengaja merantau untuk mencari kerja, tempat tinggalnya tidak menetap atau mengontrak rumah bersama temannya, waktunya dimanfaatkan untuk mencari uang;

Kedua, anak bekerja di jalanan yang ditandai dengan pulang ke rumah, tinggal bersama orangtua atau saudara, waktu dimanfaatkan untuk mencari uang, ada yang masih sekolah, ada yang tidak sekolah;

Ketiga, anak jalanan asli yang ditandai dengan anak yang lepas dari ikatan keluarga, anak dari kelompok gelandangan, biasanya bekerja dengan target penghasilan untuk makan dan merokok, tinggalnya tidak menetap.

Menurut Dirjen Bina Kesejahteraan Sosial RI

Secara esensi membagi kategori anak jalanan menjadi dua macam yaitu:

(1) Anak jalanan yang hidup di jalanan yang ditandai dengan putus hubungan atau lama tidak bertemu dengan orangtua, meluangkan waktu sekitar 8 – 10 untuk bekerja dan sisanya menggelandang, pekerjaan mereka mengamen, mengemis, memulung dan yang sebangsa, rata-rata berusia di bawah umur 14 tahun, pada umumnya tidak ingin sekolah lagi;

(2) Anak jalanan yang bekerja di jalanan yang ditandai dengan berhubungan tidak rutin dan tidak teratur dengan orangtua, berada di jalan sekitar 8 – 10 jam untuk bekerja. Menetap dikontrakan bersama teman-temannya, tidak sekolah lagi, pekerjaan mereka rata-rata sebagai penjual koran, pengasong, penyemir sepatu, pencuci mobil, pengelap kaca angkutan dan lain-lain, rata-rata usia mereka di bawah 16 tahun.

Menurut Konvensi Hak Anak Pasal 1

“Anak jalanan adalah anak bekerja di jalanan yang berusia di bawah 18 tahun”, kecuali berdasarkan Undang-undang yang berlaku bagi anak, bahwa usia dewasa dicapai lebih awal (UNICEF, Convention on the right of the child, Konvensi hak-hak anak).

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa deskripsi umum anak jalanan dibagi menjadi dua macam.

Pertama, pengertian sosiologis: yaitu sekelompok anak yang melakukan aktifitas-aktifitas di jalanan, misalnya melakukan kebut-kebutan dengan mobil atau sepeda motor, mencorat-coret dinding serta nongkrong di jalanan sambil mengganggu orang yang sedang lewat.

Kedua, pengertian ekonomi: yaitu sekelompok anak yang terpaksa bekerja mencari nafkah di jalanan karena faktor kemiskinan. Anak tersebut biasanya bekerja dengan cara menjual koran, makanan dan minuman, menyemir sepatu, mencuci mobil, mengelap kaca mobil atau angkutan, mengamen dan mengemis. Anak-anak jalanan yang rata-rata berusia di bawah 16 tahun tersebut bekerja kurang lebih 8 – 12 jam perharinya. Di antaranya mereka ada yang tinggalnya tidak menetap, jauh dari orangtua, ada juga yang masih tinggal dengan orangtua mereka. Kebanyakan dari mereka sudah tidak sekolah lagi walaupun ada beberapa yang masih sekolah.

Anak jalanan dalam pengertaian ekonomi tersebut dibagi menjadi dua kategori.

Pertama, anak jalanan yang hidup di jalanan dengan indikasi hidup sendiri lepas dari ikatan keluarga, tinggalnya tidak menetap atau mengontrak meluangkan waktu 8 – 10 jam untuk bekerja dan sisanya untuk menggelandang, penghasilan yang didapat untuk makan dan rokok, pekerjaan mereka rata-rata mengamen, memulung dan lain-lain, rata-rata usia mereka di bawah 14 tahun, dan pada umumnya tidak ingin sekolah.

Kedua, anak jalanan yang bekerja dengan indikasi pulang ke rumah tetapi tidak rutin, bekerja di jalanan 8 – 12 jam perharinya, pekerjaan menjual koran, mengasong, menyemir sepatu, mencuci mobil, mengelap kaca angkutan dan lain-lain, rata-rata berusia di bawah 16 tahun, ada yang masih sekolah ada yang tidak.

This entry was published on May 10, 2012 at 4:17 am. It’s filed under Realitas Jalanan, Torehan Jalanan and tagged , , . Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: