Coretan Penghuni Jalanan

Pendidikan Melalui Pendekatan Bimbingan Kelompok Anak Jalanan

Image

Pada hakekatnya pendidikan merupakan investasi yang paling strategis dalam proses pembangunan nasional, karena terkait langsung dengan penyediaan sumber daya manusia (SDM) berkualitas sebagai penggerak utama pembangunan. Selain itu, pendidikan juga merupakan ujung tombak dalam perwujudan nation and character building.

Pendidikan merupakan elemen penting dari kehidupan seseorang dan merupakan aspek strategis bagi suatu negara. Sifat pendidikan adalah kompleks, dinamis, dan kontekstual. Oleh karena itu pendidikan bukanlah hal yang mudah atau sederhana untuk dibahas. Kompleksitas pendidikan ini mengambarkan bahwa pendidikan itu adalah sebuah upaya yang serius karena pendidikan melibatkan aspek kognitif, afekif, dan keterampilan yang akan membentuk diri seseorang secara keseluruhan menjadi manusia seutuhnya.

Dalam arti luas, pendidikan merupakan proses pembudayaan anak untuk dibentuk sesuai potensi belajar yang dimilikinya dengan tujuan supaya menjadi anggota penuh dari masyarakat yang dapat menghayati dan mengamalkan potensinya baik secara individu maupun bersama-sama dengan anggota lainnya. Dalam arti praktis, pendidikan dapat diartikan sebagai proses penyampaian kebudayaan atau proses pembudayaan yang bertujuan menjadikan anak memiliki keterampilan, pengetahuan, sikap-sikap, nilai-nilai, serta pola prilaku tertentu. Mengacu pemahaman arti luas dan juga arti praktis, pendidikan itu bertujuan untuk mentransformasikan budaya, baik pendidikan di rumah tangga (keluarga), di masyarakat, maupun di sekolah, yang menunjukkan apa yang baik di masyarakat. Tujuan pendidikan pada semua jenjang dan jenis satuan pendidikan haruslah memuat ilmu dan pengetahuan yang akan dicapai, bersifat aspiratif yaitu mengembangkan inisiatif atau yang menerapkan sikap demokratis, menjunjung tinggi norma dan nilai serta pandangan hidup yang berlaku di tengah masyarakat.

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai kultural, dan kemajuan bangsa. Proses pendidikan dilaksanakan melalui tiga jalur pendidikan terdiri atas pendidikan formal, nonformal, dan informal yang dapat saling melengkapi dan memperkaya.

Berdasarkan UUD RI 1945 pasal 31 tentang pendidikan menjelaskan bahwa tiap-tiap warga negara berhak mendapatkan pengajaran. Pada pasal 34 juga menjelaskan bahwa fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara. Bila kita menilik pada UU nomor 20 tahun 2003 pasal 5 ayat 1 menetapkan setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu. Selanjutnya pada 34 juga dijelaskan wajib belajar merupakan tanggung jawab negara yang diselenggarakan oleh lembaga pendidikan pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Ironisnya apabila kita melihat realita di lapangan program wajib belajar sembilan tahun masih belum mencapai hasil yang maksimal. Dengan terbangkalainya program wajib belajar sembilan tahun mengakibatkan anak-anak Indonesia masih banyak yang putus sekolah sebelum mereka menyelesaikan wajib belajar sembilan tahun. Dengan kondisi tersebut, bila tidak ada perubahan kebijakan yang signifikan, sulit bagi bangsa ini keluar dari masalah-masalah pendidikan yang ada, apalagi bertahan pada kompetensi di era global.

Hal ini masih menjadi problematika serta merupakan tanggung jawab negara untuk mencari benang merahnya. Oleh karena itu, masih banyak ditemukan anak usia sekolah (usia 6-18 tahun) yang seharusnya berada di sekolah mengikuti proses pembelajaran dalam rangka menambah ilmu pengetahuan, tapi mereka harus di jalanan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Menurut hasil penelitian di 12 kota besar yang dilakukan kementrian pemberdayaan perempuan, jumlah anak jalanan tahun 2003 sebanyak 147.000 orang. Dari data tersebut terungkap, sebanyak 60% putus sekolah, 40% masih sekolah. Sedangkan sebanyak 18% adalah anak jalanan perempuan yang berisiko terhadap kekerasan seksual.

Disamping fenomena diatas, rendahnya pengetahuan mereka akan pentingnya pendidikan juga merupakan suatu penyebab kurangnya kesadaran dalam mengikuti dan melaksanakan pendidikan. Dengan kata lain sebagian masyarakat belum menyadari bahwa pendidikan sebagai “investasi” jangka panjang bagi keluarga, masyarakat, dan negara. Mereka beranggapan dengan berada di jalanan dan mendapatkan uang adalah sesuatu yang berharga bila dibandingkan harus mengikuti proses belajar pembelajaran di sekolah yang dapat merubah kehidupannya kearah yang lebih baik pada masa yang  akan datang.

Untuk keluar dari berbagai problematika tersebut, maka diperlukan semacam pendekatan kepada mereka. Salah satu strategi pendekatan yang mungkin dapat dilakukan adalah pemberian bimbingan kelompok kepada anak jalanan tersebut. Bimbingan kelompok berguna untuk membantu anak jalanan menemukan dirinya sendiri, mengarahkan diri dan dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan. Disamping itu pemberian bimbingan kelompok juga memberikan kesempatan kepada anak jalanan untuk belajar hal-hal penting yang berguna bagi pengarahan dirinya yang berkaitan dengan masalah pendidikan, pekerjaan, pribadi dan sosial.

Dengan adanya pemberian bimbingan kelompok kepada anak jalanan diharapkan dapat merubah paradigma anak jalanan untuk kembali melanjutkan pendidikannya agar terciptanya pendidikan nasional yang berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Image

This entry was published on May 11, 2012 at 4:01 am. It’s filed under pendidikan, Torehan Jalanan and tagged , . Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: