Coretan Penghuni Jalanan

Banyak Anak-Anak Yang Belum Mengecap Pendidikan Formal

Meski perangkat hukum, mulai undang-undang hingga perda yang mengatur perlindungan terhadap anak dari berbagai ketidak adilan dalam kekerasan sudah ada, namun implementasinya dilapangan belum sesuai.

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Giwo Rubianto Wiyogo menyatakan masih banyak laporan yang masuk ke KPAI terkait tindak kekerasan terhadap anak baik yang terjadi didalam rumah tangga maupun kekerasan yang dilakukan terhadap anak jalanan.

“Wajib belajar atau hak pendidikan sembilan tahun, yang sebenarnya didalam undang-undang, biayanya gratis, tetapi apakah benar gratis ? Karena banyak sekali pengaduan kepada KPAI, yang mana orang tua mengatakan tidak sanggup membayar uang administrasi, uang daftar ulang, uang bayar sekolah, dan uang buku. Itukan sama saja tidak gratis,” ungkap Giwo.

Target KPAI adalah perlindungan terhadap anak dan jaminan terhadap hak-hak anak, yang saat ini masih belum terwujudkan. Seperti hal untuk mendapatkan pendidikan gratis untuk program wajib belajar sembilan tahun. Namun kenyataannya masih banyak anak yang kesulitan mendapatkan sekolah yang benar-benar gratis dan masih diwajibkan berbagai macam iuran dan biaya administrasi hingga akhirnya banyak orang tua miskin yang tidak mampu menyekolahkan anak-anaknya.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) adalah Lembaga Independen yang kedudukannya setingkat dengan Komisi Negara yang dibentuk berdasarkan amanat Keppres 77/2003 dan pasal 74  UU No. 23 Tahun 2002 dalam rangka untuk meningkatkan efektivitas penyelenggaraan perlindungan anak di Indonesia .

Lembaga ini bersifat independen, tidak boleh dipengaruhi oleh siapa dan darimana serta kepentingan apapun, kecuali satu yaitu ? demi kepentingan terbaik bagi anak ? seperti diamanatkan oleh CRC (KHA) 1989.

Tugas KPAI melakukan sosialisasi seluruh ketentuan peraturan per-UU-an yang berkaitan dengan perlindungan anak, mengumpulkan data dan informasi, menerima pengaduan masyarakat, melakukan penelaahan dan pemantauan, evaluasi serta pengawasan terhadap penyelenggaraan perlindungan anak, memberikan laporan, saran, masukan serta pertimbangan kepada Presiden.

–  Visi KPAI   :
Terjamin, Terpenuhi, Dan Terlindunginya Hak-Hak Anak Indonesia . Visi tersebut tidak diberikan perkiraan (estimasi) waktu, karena berjangka panjang dan tidak pernah berhenti sesuai dengan tuntutan kehidupan.

•  Misi KPAI:
•  Penyadaran semua pihak terhadap perlindungan anak
•  Pengawasan dan penegakkan hukum sesuai ketentuan perundang-undangan   yang berlaku
•  Pembinaan kerjasama dengan berbagai pihak
•  Pengumpulan data dan informasi
•  Penelaahan dan pengkajian

This entry was published on May 22, 2012 at 3:36 am. It’s filed under Inspirasi Kehidupan, Opini Jalanan and tagged , . Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: