Coretan Penghuni Jalanan

Langkah Solutif Permasalahan Anak Jalanan

Permasalahan anak jalanan sudah menjadi problem yang tidak berdirisendiri. Banyak variabel yang menjadi variabel dari fenomena tersebut.Berdasarkan kompleksitas masalah, Nugroho mengatakan bahwa untukmengatasi problem anak jalanan tersebut.Secara umum ada tiga pendekatan yang di tawarkan. Pertama pendekatan Penghapusan (Abolition), yangberupaya menghapus gejala anak jalanan secara radikal dan menyeluruh.Kedua, Pendekatan Perlindungan (Protection) yang berupaya melindungihak-hak anak jalanan seperti juga hak-hak anak lainnya dengan tidak berpotensi menghapus anak jalanan.

Ketiga, Pendekatan Pemberdayaan (empowerment) yang berupaya mereduksi jumlah anak jalanan dengan cara memberdayakan mereka supaya berfikir kritis, baik secara ekonomi, sosial,budaya dan politik. Ketika pendekatan ini di terapkan sesuai dengan motif politik, dan kontek sosial-budaya masyarakat bersangkutan.Pendekatan penghapusan (abolition) lebih mendekatkan pada persoalan struktural dan munculnya gejala anak jalanan. Anak jalanan adalah produk dari kemiskinan, dan merupakan akibat dari bekerjanya sistem ekonomi politik masyarakat yang tidak adil. Untuk mengatasi masalah anak jalanan sangat tidak mungkin tanpa menciptakan struktur sosial yang adil dalam masyarakat. Pendekatan ini lebih menekankan kepada perubahanstruktur sosial atau politik dalam masyarakat, dalam rangka melenyapkan masalah anak jalanan.

Pendekatan perlindungan (protection) mengandung arti perlunyaperlindungan bagi anak-anak yang terlanjur menjadi anak jalanan. Karenakompleksnya faktor penyebab munculnya masalah kemiskinan, maka dianggap mustahil menghapus kemiskinan secara tuntas. Untuk itu anak-anakyang menjadi korban perlu di lindungi dengan berbagai cara, misalnya:melalui perumusan hukum yang melindungi hak-hak anak. Fungsionalisasi lembaga pemerintah, LSM dan lembaga-lembaga sosial lainnya. Perlindungan ini senada dengan pendapat pemerintah melalui departemensosial, praktisi-praktisi LSM dan UNICEF di mana tanggal 15 Juni 1998 membentuk sebuah lembaga independent yang melakukan perlindungan pada anak.

Yaitu lembaga perlindungan anak (LPA) membentuk LA tersebut didasarkan pada prinsip dasar terbentuknya embrio LPA, yaitu:1) Anak di fasilitasi agar dapat melaporkan keadaan dirinya.2) Menghargai pendapat anak.3) LPA bertanggung jawab kepada masyarakat bukan kepada pemerintah.4) Accountability Menurut Nugroho, sisi negatif dari pendekatan perlindungan tersebutadalah strategis perlindungan hanya akan menjadi ajang kepentingan para elitdan tokoh masyarakat sehingga berimplikasi pada tidak tuntasnyapenyelesaian problem anak jalanan. Produk-produk hukum yang dirumuskan sebagai wujud bagi perlindungan terhadap anak.

Karena tidak dapat kitaharapkan seratus persen dapat benar-benar murni beri’rtikad menyelesaikan problematika sosial. Bahkan ada juga LSM dengan dalil perlindungan terhadap anak, tetapi sesungguhnya untuk mencari keuntungan pribadi secara material. Pendekatan pemberdayaan (empowerment) menekankan perlunya pemberdayaan bagi anak jalanan. Pemberdayaan ini bermaksud menyadarkan mereka yang telah menjadi anak jalanan agar menyadari hak dan posisinya dalam konteks social, politik ekonomi yang abadi di masyarakat.Pemberdayaan biasanya di lakukan dalam bentuk pendampingan.

Yang berfungsi sebagai fasilitator, dinamisator, katalisator bagi anak jalanan.Pemberdayaan ini dikatakan berhasil jika anak jalanan berubah menjadi kritisdan mampu menyelesaikan permasalahannya secara mandiri.Berdasarkan uraian di atas dapat di simpulkan bahwa solusi atas fenomena anak jalanan ada tiga pendekatan yaitu, pendekatan penghapusan(abolition) yaitu suatu pendidikan yang menekankan pada cara penghapusan anak jalanan secara radikal, dengan melalui perubahan tatanan struktur tersebut, mengandaikan teratasinya problem kemiskinan yang menjadi akar dari fenomena anak jalanan. Kedua, pendekatan perlindungan ialah suatu pendekatan yang menitik beratkan pada perlindungan dan pemberian hak-hak anak jalanan melalui perumusan hukum-hukum, peningkatan peran lembaga-lembaga sosial dan juga fungsionalisasi lembaga-lembaga pemerintahan.

Ketiga, pendekatan pemberdayaan ialah usaha meningkatkan kemampuan skill anak jalanan dalam bidang tertentu. Dengan tujuan agar anak jalanan dapat mandiri secara ekonomi, pendidikan ini juga membangun kesadaran kritis anak jalanan akan hak dan posisinya dalam ranah sosial dan politik masyarakat. Mereka mempunyai hak dan posisi yang sama dengan warga Negara yang lain. Dalam mencapai model pembinaan ini salah satunya diadakannya rumah singgah. Agar bimbingan yang akan di lakukan lebih kondusif, terstruktur, terjadwal, fleksibel, dan berkesinambungan. Serta penanaman kasih sayang, kebersamaan dan keteladanan dari pembimbing (pekerja sosial).

This entry was published on May 23, 2012 at 12:12 pm. It’s filed under Opini Jalanan, pendidikan and tagged , , . Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

One thought on “Langkah Solutif Permasalahan Anak Jalanan

  1. Saya boleh meminta contact yang buat blog ini….???
    saya Siti Istiana pelajar kelas XII
    NO Hp. 085731776045

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: