Coretan Penghuni Jalanan

Anak Jalanan Butuh Fasilitas Pendidikan

Di Indonesia, terutama di kota-kota besar. Anda pasti bisa menemukan anak-anak jalanan dengan cukup mudah. Mereka umumnya mengemis, mengamen, berjualan, atau hanya sekedar berkumpul dengan sesama teman di sudut-sudut jalan.

Problem Anak Jalanan

Tidak susah untuk mengetahui penyebab meningkatnya jumlah anak jalanan di Indonesia, semakin hari, biaya hidup di negara ini semakin mahal. Ketimpangan sosial terjadi dimana-mana. Hal ini menyebabkan keluarga miskin semakin terpuruk, dan anak-anak mereka pun turun ke jalan hanya untuk menyambung hidup.

Bekerja dan mencari uang memang sudah menjadi hal wajib yang harus dilakukan setiap anak-anak jalanan. Sayangnya hampir seluruh anak-anak jalanan tersebut sudah melupakan hal penting, yaitu pendidikan. Bagi mereka uang lebih penting daripada pengetahuan.

Ironisnya, hampir seluruh jajaran pemerintahan seolah angkat tangan dalam menangani anak-anak jalanan. Malah terkadang pemerintah melakukan operasi atau razia, baik itu gepeng (gelandangan dan pengemis), maupun anak-anak jalanan. Padahal itu bukanlah suatu solusi, karena cara mengatasi meningkatnya jumlah anak-anak jalanan, dengan cara menangani penyebabnya, yaitu kemiskinan.

Mengentaskan kemiskinan memang hal yang tak mudah. Jalan lain yang dapat dijadikan solusi adalah dengan meningkatkan pendidikan anak-anak jalanan yang merupakan aset bangsa yang berharga. Mereka memiliki hak untuk memperoleh pendidikan seperti anak-anak pada umumnya, hal ini merupakan tugas pemerintah dan kita semua untuk ikut mencerdaskan kehidupan bangsa.

Pendidikan Anak Jalanan

Memberi pengetahuan atau pendidikan bisa dengan berbagai cara, macam pendidikan pun bisa bermacam-macam, tidak sebatas pengetahuan umum seperti Matematika atau IPA, berikut ini adalah beberapa cara memberi pendidikan bagi anak-anak jalanan.

  • Mendirikan sekolah

Yang dimaksud dengan sekolah di sini tentu bukan berarti sekolah besar yang didirikan dan dikelola secara profesional seperti sekolah swasta. Mendirikan sekolah untuk anak-anak jalanan bisa dilakukan kapan saja, dimana saja, dan dengan syarat sekolah yang tentunya tidak seberat sekolah-sekolah formal.

Hal ini bisa dilakukan oleh Pemerintah maupun masyarakat Indonesia. Pada sekolah ini, tidak ada batasan umur, tidak ada batasan biaya, dan waktu bersekolah pun bisa sangat fleksibel,  tergantung kemampuan anak-anak jalanan.

  • Mendirikan Rumah Singgah

Saat ini banyak sekali rumah singgah yang berdiri untuk memberikan pendidikan pada anak-anak jalanan. Namun dirumah singgah, mereka tidak hanya mendapatkan pengetahuan umum, tapi lebih kepada keterampilan tertentu sesuai minat dan bakat mereka.

Contoh Keterampilan yang diajarkan adalah cara menganyam, menjahit, atau keterampilan lain yang mereka sukai. Hal ini tentunya sangat positif dalam perkembangan pendidikan anak-anak jalanan. Dengan bekal keterampilan, mereka lebih siap untuk bekerja tanpa harus menjadi anak-anak jalanan lagi.

  • Mendirikan Klub Buku Atau Taman Baca

Alternatif lain untuk memberi pendidikan pada anak-anak jalanan adalah dengan mendirikan sebuah tanaman bacaan. Disini, mereka bisa diajarkan untuk lebih mencintai pengetahuan dan buku yang berfungsi menjadi jendela ilmu.

 

This entry was published on May 25, 2012 at 6:43 am. It’s filed under Opini Jalanan, pendidikan and tagged , , . Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

One thought on “Anak Jalanan Butuh Fasilitas Pendidikan

  1. Anak jalanan merupakan aset negara, maka dari itu lindungilah mereka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: