Coretan Penghuni Jalanan

Faktor Penyebab Anak Jalanan

Permasalahan tentang anak jalanan adalah masalah klasik yang tidak pernah selesai dibicarakan. Pengertian Anak Jalanan sendiri adalah sekelompok anak yang masih berusia sekolah dan hidup tanpa memiliki identitas atau tempat tinggal yang jelas. Mereka hidup secara berpindah dari satu tempat ke tempat lain tanpa diketahui siapa keluarga mereka (nomaden).

Stigma yang melekat tentang anak jalanan ini adalah masalah sosial, kriminal, sex bebas. Hal ini tidak sepenuhnya dapat disalahkan, karena memang sebagian besar anak jalanan merupakan cerminan kemiskinan dan kegagalan proses sosialisasi tentang hidup yang sehat.

Demikian pula masalah kriminalitas. Banyak anak jalanan yang menjalani profesi ini sebagai jalan pintas mendapatkan keinginan mereka. Seperti memeras, mencuri, atau merampok. Meski tidak semua anak jalanan memiliki perilaku seperti ini, namun adanya kasus kriminal yang melibatkan anak jalanan, menjadikan stigma bahwa anak jalanan identik dengan kriminalitas sudah demikian terpatri.

Pergaulan bebas pun banyak dijadikan bagian pembicaraan saat mendiskusikan tentang anak jalanan ini. Kehidupan bebas, tanpa sekat dan tak mengindahkan norma yang berlaku dalam masyarakat, menjadikan anak jalanan tak berpikir panjang dalam berbuat sesuatu. Salah satunya adalah seks bebas, yang hal ini mungkin sangat terjadi karena dalam kehidupan mereka pergaulan lawan jenis sudah demikian dalam tanpa batas.

Penyebab Anak Jalanan

Banyak orang berpendapat, masalah tentang anak jalanan ini muncul akibat adanya kehamilan di luar nikah atau anak yang ditinggalkan kedua orang tuanya tanpa alasan yang jelas. Sehingga akhirnya memilih jalanan untuk menghabiskan waktu. Pendapat ini tidak sepenuhnya tepat.

Karena sebagian anak jalanan, ada yang berasal dari keluarga utuh dan memiliki identitas yang jelas. Namun beberapa faktor menjadikan mereka memilih meninggalkan kemapanan sebuah keluarga dan menikmati kebebasan di jalanan. Beberapa faktor tersebut diantaranya adalah

  • Adanya tekanan yang berlebihan dari orang tua yang menuntut anak untuk berbuat sesuatu tanpa diberikan keuntungan. Seperti tuntutan untuk selalu meraih prestasi di sekolah atau juga untuk melakukan sebuah tindakan di luar kemampuan anak.
  • Rasa frustasi karena selalu dibandingkan dengan anak lain. Hal ini menjadikan seorang anak tidak memiliki kepercayaan diri dan memilih untuk mencari komunitas yang mau menerima segala kekurangan mereka.
  • Kurangnya perhatian dari keluarga. Kondisi jalanan yang dipenuhi orang sebaya menjadikan tempat untuk meraih perhatian yang tidak didapatkan dari rumah. Karena pada dasarnya, usia anak adalah usia yang masih membutuhkan untuk diperhatikan termasuk dalam hal kecil.
  • Mencoba kehidupan baru. Usia anak banyak diwarnai dengan keinginan untuk selalu mencoba hal yang bersifat baru. Termasuk mencoba untuk melepaskan semua tekanan dan ikatan selama berada di lingkungan formal rumah. Mereka ingin menikmati kebebasan mutlak dengan hidup di jalanan.
This entry was published on May 28, 2012 at 4:30 am. It’s filed under Opini Jalanan, Torehan Jalanan and tagged , . Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: