Coretan Penghuni Jalanan

Gizi Anak Jalanan Indonesia

Jumlah anak jalanan di kota-kota besar di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun. Pemetaan sosial terhadap 12 kota besar di Indonesia yang dilakukan salah satu lembaga di Universitas Atmajaya tahun 1999 menunjukkan bahwa jumlah anak jalanan di berbagai kota besar cukup tinggi. Pemetaan menunjukkan ada sekitar 39.861 anak jalanan di berbagai kota besar, sekitar 10.373 berada di Jakarta, 2.835 di Surabaya, dan 2.832 di Bandung (Moeliono, 2001).

Siapakah anak jalanan? Merujuk pada definisi UNICEF (2001), anak jalanan adalah anak yang berusia 5-18 tahun yang menghabiskan sebagian besar waktunya di jalan, memiliki komunikasi yang minimal atau sama sekali tidak pernah berkomunikasi dengan keluarga dan kurang pengawasan, perlindungan dan bimbingan, sehingga rawan gangguan kesehatan dan psikologis. Sedangkan Moeliono (2001) mendefinisikan anak jalanan adalah anak yang berusia 5-18 tahun, yang menghabiskan waktunya lebih dari empat jam di jalanan, baik untuk bekerja maupun kegiatan lainnya.

Berbagai hasil penelitian dan penanganan anak jalanan di beberapa kota besar mendokumentasikan ada dua kategori anak jalanan. Pertama, children of the street. Tipe ini adalah anak yang hidup dan tinggal di jalanan, tidak berhubungan lagi dengan keluarganya dan di lingkungan. Anak-anak jalanan biasanya disebut gelandangan, gembel, tekyan, dan sebagainya. Mereka biasanya tidak mempunyai tempat tinggal maupun pekerjaan yang tetap, sehingga banyak di antara mereka terlibat dalam pencurian, kriminalitas, dan penggunaan narkoba.

Kedua, children on the street also called working children. Di Indonesia jenis anak ini disebut pekerja anak di jalan, yakni anak yang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk bekerja di jalan atau tempat-tempat umum untuk membantu keluarganya. Pada umumnya mereka bekerja untuk memperoleh pendapatan, sehingga biasanya mereka relatif tidak banyak menggunakan waktu luang untuk hal lain seperti penggunaan narkoba.

Penelitian yang dilakukan Nur’aini (2009) terhadap anak jalanan di Kota Bandung menunjukkan beberapa alasan anak jalanan turun ke jalan. Di antaranya, faktor ekonomi (64,7%), diajak teman (19,6%), alasan lainnya seperti faktor keluarga atau sekadar mengisi waktu (15,7%). Alasan ekonomi juga menyebabkan sebagian besar orangtua (47,1%) mendukung anak jalanan untuk mencari uang di jalan. Persentase tertinggi kisaran umur anak jalanan di Kota Bandung adalah 9-12 tahun (45,1%) dan sebagian besar mereka (52,9%) adalah anak yang putus sekolah.

Penelitian ini juga mencatat jenis pekerjaan yang paling banyak dilakukan anak jalanan di Kota Bandung adalah mengamen (72,5%). Mengamen banyak dilakukan diduga karena jenis pekerjaan ini lebih cepat menghasilkan uang. Sebagian besar mereka (74,5%) turun ke jalan selama 4-8 jam per hari dengan rata-rata pendapatan Rp 15 ribu per hari.

Mengintip Problem Gizi

Peningkatan jumlah anak jalanan ini jelas kian menambah deretan problem sosial, antara lain permasalahan gizi dan kesehatan. Hal ini disebabkan anak jalanan yang termasuk ke dalam kategori anak-anak dan remaja membutuhkan asupan gizi yang cukup serta kesehatan yang baik untuk mendukung pertumbuhannya. Penelitian Nur’aini tersebut juga mencatat sebesar 37,3% anak jalanan mengalami defisit energi tingkat berat, hampir separuh anak (45,1%) mengalami defisit protein tingkat berat.

Sementara itu, rata-rata kecukupan Fe (zat besi), vitamin C, dan vitamin A anak jalanan ini termasuk dalam kategori kurang. Kurangnya asupan Fe bisa jadi disebabkan rendahnya konsumsi protein hewani. Kurangnya konsumsi buah dan sayur mengakibatkan kurangnya asupan vitamin C dan vitamin A ke dalam tubuh.
Defisit energi dan protein terjadi karena ketidakseimbangan antara konsumsi kalori atau karbohidrat dan protein dengan kebutuhan energi. Apabila konsumsi makanan tidak seimbang dengan kebutuhan kalori, akan terjadi defisiensi tersebut (kurang kalori dan protein/KKP).

Salah satu unsur penting dalam proses pembentukan sel darah merah adalah zat besi (Fe). Secara alamiah zat besi diperoleh dari makanan. Kekurangan zat besi dalam menu makanan sehari-hari dapat menimbulkan penyakit anemia gizi atau yang dikenal masyarakat sebagai penyakit kurang darah. Anemia gizi besi dapat menimbulkan gejala lesu, lelah, pusing, pucat, dan penglihatan sering berkunang-kunang. Kurang kalori dan protein, serta zat besi apabila terjadi pada anak sekolah, akan mengurangi kemampuan belajar dan akan menurunkan produktivitas kerja. Selain itu, penderita anemia lebih mudah terserang infeksi.

Keadaan kurang gizi pada anak jalanan, jika tidak diatasi, akan mengantarkan pada hilangnya generasi (lost generation). Hal ini sudah sewajarnya menjadi tanggung jawab pemerintah. Sambil menanti langkah-langkah konkret pemerintah dalam menuntaskan problem anak jalanan, maka bisa dilakukan perbaikan perekonomian masyarakat. Dengan demikian, para orangtua dari anak jalanan ini tak akan lagi membiarkan anak-anak mereka turun ke jalan. Selain itu, peran dari organisasi-organisasi sosial tak kalah pentingnya dalam turut mengentaskan anak jalanan ini.

Rumah-rumah singgah yang selama ini banyak dibentuk oleh berbagai organisasi sosial dalam memberikan pembinaan kepada anak-anak jalanan diharapkan dapat membantu mengatasi problem yang dihadapi anak-anak jalanan. Tentu saja tak hanya problem psikologis, tapi juga problem-problem sosial seperti kurang gizi akibat pola makan yang tidak tepat.

Di rumah singgah, anak-anak jalanan ini perlu diberi pengetahuan tentang gizi dan kesehatan seperti tentang pola makan yang sehat, bagaimana memilih makanan yang bergizi, bagaimana menjaga kesehatan personal agar terhindar dari penyakit, serta berbagai pengetahuan gizi lainnya yang bisa mendorong anak untuk berperilaku gizi yang baik.

This entry was published on June 3, 2012 at 7:34 am. It’s filed under Opini Jalanan, Torehan Jalanan and tagged , . Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: