Coretan Penghuni Jalanan

Membiasakan Pendidikan Berkarakter Sejak Dini

Ilustrasi Foto Sobat kecilku, sebut saja namanya Ari, salah satu penjual koran 

Budaya jujur kian hari kian terkikis, maraknya tindakan korupsi, manipulasi dan penipuan itu adalah contoh bukti kecil betapa budaya jujur semakin langka ditemukan di masyarakat, perilaku paling sederhana untuk mengembalikan perilaku jujur adalah membuka kesadaran diri masing-masing individu, kejujuran tidak hanya dihasilkan oleh pribadi seseorang akan tetapi lingkungan juga turut andil dalam membiasakan diri bersikap jujur, bertolak belakang dengan realita yang terjadi di bangsa ini, banyak pejabat di negeri ini yang mengecap status sebagai koruptor, jadi teringat ketika hari-hari terakhir saya menempati sekolah SMA, sedikit mereview kembali pada waktu SMA tahun ini

Ya bisa dikatakan ada relasi hubungan antara pendidikan berkarakter yaitu bersikap jujur, Jadi begini awal kisahnya, saya baru lulus SMA tahun ini, ada baiknya saya menceritakan seklumit kisahnya sudah lebih dari 2 tahun sekolah dimana tempat saya bernaung untuk menimba ilmu, menggalakkan kebijakan bersikap jujur, pihak sekolah semakin gencar menyuarakan aspirasi agar setiap siswa maupun siswinya agar membiasakan diri untuk jujur dalam tindakan, nah salah satunya membuat suatu program kantin kejujuran melalui komite sekolah. Adapun maksud tujuan dengan dibuatnya kantin kejujuran ini tak lain dan tak bukan untuk membiasakan diri bersikap jujur dalam kehidupan sehari-hari

Namun lama kelamaan seiring dengan berjalannya waktu, dalam prakteknya sih awalnya berjalan mulus sesuai dengan harapan, ada tapinya program ini saya rasa tidak bergulir sebagaimana mestinya, banyak sekali ditemui bahkan tak jarang teman-teman sebaya saya, berulang kali melakukan tindakan ketidakjujuran, misalnya saya ambil contoh kecilnya, jadi seperti ini teman saya sebut saja namanya Boy, dia mempunyai uang lembaran rupiah 2 ribu, lantas kemudian uangnya ia manfaatkan dengan membeli jajanan, sepintas tidak ada keganjilan yang terlihat ? namun apa yang membedakannya, setelah usut punya usut, jadi ia membeli jajan yang nilainya tidak sebanding dengan nominal rupiah yang ia miliki

Bahkan cenderung melebihkan, jadi seperti itulah contoh konkretnya, nyata bahwa ketidakjujuran sering kali kita temui, mungkin ini lain hal ceritanya apabila kalian, mendeskripsikan secara sudut pandang berbeda, saya pribadi juga merasa terheran-heran bahwa secara gamblang jelas ada suatu tulisan yang terpasang  disetiap sudut kantin, isinya kurang lebih berbunyi seperti ini “Jangan lah kamu memasukkan sesuatu yang haram dalam tubuhmu, sesungguhnya Tuhan Maha mengetahui apa yang kamu perbuat” akan tetapi masih banyak ditemui bahkan secara terang-terangan melakukan perbuatan curang, jadi jangan heran kalau misalnya di negeri ini banyak sekali melahirkan pejabat-pejabat yang korup

Sedikit mengerucut pada topik pembicaraan kita kali ini mengenai pendidikan berkarakter, mari kita tinggalkan contoh diatas, pendidikan berkarakter merupakan pendidikan yang mengajarkan kepada pendidik dalam hal ini serorang guru untuk mengaplikasikan kegiatan pembelajaran berkarakter dalam sekolah maupun diluar lingkungan sekolah, tentu saja lingkungan yang dimaksud bukan hanya berada di kegiatan kelas, tetapi juga kegiatan yang berada di luar kelas, dalam hal ini menurut pengamatan saya yang pernah saya ditemui bahkan jalanan pun saya diibaratkan sebagai sekolah, tempat dimana menempa perilaku jujur, hal ini berlaku pada salah satu adik asuh saya yang berprofesi sebagai pengamen jalanan

Singkat saja dari ulasan yang dapat saya paparkan diatas adalah kejujuran tidak hanya dibentuk dari pribadi seseorang, akan tetapi juga dibentuk dari lingkungan sekitar. Sesuatu yang kita lakukan dalam keseharian akan sangat mempengaruhi kejujuran pada diri kita sendiri, dan satu hal saya tekankan disini ayo mari kita membiasakan pendidikan berkarakter sejak dini, mulailah langkah awal dari diri kita pribadi masing-masing, lantas kemudian kepada saudara-saudara kita, memang tidak mudah untuk menumbuh kembangkan sikap kejujuran karena sikap ini harus sudah ditanamkan sejak dini, lebih-lebih dalam lembaga institusi pendidikan

We Care To Share, Kalau Bukan, Kita Siapa Lagi ? Kalau Bukan, Sekarang Kapan Lagi ?

Surabaya,05 Agustus 2012

This entry was published on August 5, 2012 at 7:49 am. It’s filed under Opini Jalanan, pendidikan, Torehan Jalanan and tagged , . Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: