Coretan Penghuni Jalanan

Tanamkan Pendidikan Karakter Sejak Dini

Ilustrasi sebut saja namanya Ari, tampaknya dia serius belajar

Sebelum menyinggung ke topik artikel kali ini ada baiknya kita perlu pahami dan pikirkan baik-baik, tahukah kamu di negara Indonesia yang kita cintai ini ditemukan satu fakta yang mengejutkan bahwa Indonesia menempati urutan pertama sebagai negara terkorup dari 16 negara di Asia Pasifik, bukanlah prestasi yang perlu dibanggakan, kemudian urutan kedua disusul oleh Kamboja dan ketiga oleh negara Vietnam, ini dilaporkan dari Hasil survei PERC ini menyebutkan Indonesia mencetak nilai 9,07 dari angka 10 sebagai negara paling korup 2010. Dalam hal ini logikanya kalau kita berada di kompetisi kita selalu mengharapkan kita berada diposisi peringkat pertama, namun kali ini prestasi yang ditorehkan ini tergolong memalukan dan membuat kita bermuka arang. Bagaimana tidak kita menyabet gelar negara terkorup.

Apa yang terlintas dipikiran kalian ketika mendapati suau fakta mengejutkan seperti itu ? prestasi yang ditonjolkan bukanlah yang diharapkan bahkan tidak memuat sisi positifnya, melainkan negatif. Sudah bukan menjadi rahasia umum lagi jika di negara ini, tidak sedikit para pejabat elite politik tersangkut masalah skandal korupsi yang menjerat dirinya dan masih banyak lagi tindakan koruptif yang ditonjolkan, seakan perilaku bodoh korupsi sudah menjadi suatu hal yang mendarah daging bahkan tak jarang menjadi sesuatu yang lumrah di kalangan masyarakat, itulah realita yang terjadi tidak bisa dipungkiri.

Itu adalah seklumit fakta yang tekadang membuat lupa akan jati diri bangsa sebenarnya, ada baiknya langsung ke topik pembicaraan, pendidikan karakter memang tidak bisa dipungkiri mutlak diperlukan tidak hanya di lembaga suatu institusi pendidikan saja akan tetapi dalam kehidupan sehari-hari juga perlu,  mengingat pendidikan berkarakter saat ini sudah terkikis, lambat laun hanya menyisahkan sikap arogansi ego masing-masing, contoh paling konkret adalah perilaku korupsi. Pendidikan berkarakter tidak sepenuhnya harus dituntut oleh anak kecil, usia remaja, akan tetapi dewasa pun perlu ada suatu kewajiban demi keberlangsungan negara ini, namun dipostingan kali ini saya tidak lebih menonjolkan permasalahan korupsi bukan itu tetapi lebih membiasakan diri pendidikan karakter.

Kegiatan pembelajaran tidak hanya dilakukan di lingkungan sekolah saja akan tetapi di luar sekolah, pendidikan berkarakter sebenarnya memiliki tiga belas kategori, namun yang sering menjadi acuan dalam kehidupan sehari-hari ada tiga kategori yang meliputi kejujuran, kedisiplinan dan tanggung jawab. Pertama kedisiplinan. Setiap lembaga pendidikan, setiap tenaga pendidik maupun peserta didik harus mammpu menerapkan sikap berdisiplin dengan baik dan benar dalam segala aspek, karena pada dasarnya sikap kedisplinan itu sangat dibutuhkan demi keberlangsungan pada saat proses belajar mengajar.

Kalian bisa membayangkan sendiri kalau didalam suatu lembaga tidak menerapkan suatu kebijakan kedisiplinan, maka secara otomatis seluruh elemen dan komponen dalam suatu lembaga tersebut tidak dapat berjalan semaksimal mungkin, bahakan sering terjadi carut marut sana sini. Sebagai contoh kecil yang pernah saya alami ketika mengajar berbagi sedikit ilmu pengetahuan kepada adik-adik jalanan dan marjinal, sebagai berikut ada salah satu dari adik asuh saya, kurang berdisiplin dalam mengerjakan tugas PR yang saya berikan, secara tidak langsung itu akan menimbulkan kekacauan yang mulanya sudah dibuat, baik masalah materi yang diajarkan.

Demikian juga adik asuh tidak menghiraukan PR dan lalai dalam memenuhi kewajiban mengerjakan PR, ini tentunya sangat merugikan oleh adik asuh bersangkutan, secara tidak langsung adik asuh saya tidak menyadari bahwa makna yang tersirat mengerjakan PR itu tidak lain bertujuan untuk dirinya sendiri. Kedua, kejujuran. Meskipun sudah diajarkan dalam proses kegiatan belajar mengajar, masih ada sejumlah siswa yang mencontek pada saat berlangsungnya ujian, ini tidak dapat dipungkiri masih saja dapat ditemui praktek curang seperti ini, jujur saya menulis artikel ini saya juga pernah melakukan perbuatan curang seperti itu mencontek namun masih dalam batas kewajaran

Ironisnya, tidak sedikit dari adik-adik asuh saya yang mengeluarkan statement pernyataan seperti ini kecapekan, tidak punya catatan, tidak punya buku pegangan, itu adalah segelintir alasan. Ini adalah salah satu contoh kecil bahwa kejujuran ternyata kejujuran sangat sulit diterapkan dalam kehidupan sehari-hari khususnya dalam proses pembelajaran. Adapun ketiga adalah tanggung jawab. Dalam kehidupan keseharian, setiap individu baik itu peserta didik mengerjakan suatu pekerjaan diiringi dengan rasa tanggung jawab. Dalam prakteknya tanggung jawab memang sangat sulit diimplementasikan, karena pada dasarnya tanggung jawab itu harus dibiasakan.

Dalam persoalan-persolan kecil sekalipun, tanpa kebiasaan melakukannya, maka seorang individu tersebut akan merasa enggan bahkan menganggap tida perlu dilakukan, karena sulit menerapkannya, jaid point yang bisa tangkap kali ini adalah bahwa untuk mendapatkan karakter-karakter tersebut maka dibutuhkan suatu kebiasaan sejak dini yang mendasari itu semua, mulai dari menanamkan kedisiplinan, kejujuran dan tanggung jawab, begitu pula dengan sikap jujur dalam bertindak itu pada hakekatnya mudah diwujudkan sejak dini, yang perlu digaris bawahi adalah kita harus membongkar kebiasaan buruk yang sekiranya dapat menjerumuskan dan kita perlu mengantisipasinya, diolah dari berbagai sumber.

Surabaya, Dini hari 12 Agustus 2012

This entry was published on August 11, 2012 at 5:43 pm. It’s filed under Opini Jalanan, pendidikan and tagged , . Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: