Coretan Penghuni Jalanan

Razia Penertiban Anjal Bukanlah Solusi

Kemarin malam saya mendapat suatu informasi dari beberapa anak-anak yang setia berjualan di pinggir jalan protokol Kertajaya, ketika itu saya dan kawan-kawan memang sedang melintasi jalan tersebut guna bagi-bagi paketan makanan dan alat tulis untuk adik-adik, disela-sela perbincangan saya tidak sengaja menemui salah satu bocah kecil yang biasanya menggelar dagangan di pinggir jalan bahwa mereka kerap kali terjaring razia yang dilakukan oleh Satpol PP, dari raut wajahnya terlihat dia tampak menyembunyikan ketakutan, saya mencoba mengorek informasi kepada bocah itu, dia mengaku tidak satu dua kali terjaring & tertangkap operasi penertiban, melainkan sudah acap kali terjaring hal serupa.

Dengan dalih menjaga ketertiban umum dan memperindah tampilan wajah kota. Tidak sedikit dari pengakuan beberapa bocah tersebut pernah mengalami perlakuan yang tidak menyenangkan akibat dari tindakan Satpol PP yang kerap kali bertindak arogan dalam upaya penertiban, contohnya ialah dia pernah mendapat perlakuan kasar, penarikan secara paksa barang dagangan, dan masih banyak lain. Ironisnya setelah menjaring beberapa anak jalanan yang tertangkap basah lagi berkeliaran di jalan, lantas selang beberapa jam mereka dikembalikan lagi ke jalanan, saya rasa tidak ada langkah solutif yang tepat untuk mengurai permasalahan, yang ada hanya memperkeruh suasana, kalau pun ada pengarahan itu hanya sedikit berdampak positif kepada anak-anak tersebut.

Sementara itu operasi penertiban terhadap gelandangan, pengemis, asongan dan anjal dilakukan setiap harinya oleh Satpol PP, penertiban gepeng & anjal setiap harinya melakukan operasi pada pukul 06.00-09.00 WIB dan pukul 16.00-18.00 WIB, penanganan anak jalanan di kota Surabaya semestinya dilakukan secara lebih baik karena razia dan pembinaan yang dilakukan belum memberikan solusi yang efektif dan konstruktif, terbukti usai dirazia dan dibina mereka masih kembali lagi ke jalanan

Ketidakefektifan dalam penertiban razia terbukti hingga sampai saat ini hanya  belum ada langkah preventif guna mencegah bertambahnya anak jalanan tersebut, penertiban terhadap anak jalanan, gelandangan dan pengemis selama ini masih sebatas hanya untuk pendataan, belum ada pemberdayaan bagi anak jalanan. Sementara itu, upaya pembinaan yang sesungguhnya masih sulit dilakukan, karena berbagai alasan termasuk anak jalanan yang sudah dibina juga tidak bisa dipastikan akan langsung keluar dari kehidupan jalanan, mengingat alasan mereka yang bermacam-macam.

Jadi point yang kita dapatkan adalah razia anak jalanan bukanlah solusi yang tepat untuk mengatas permasalahan, kenapa saya katakan seperti itu ? coba lihat apakah sejauh ini, upaya yang dilakukan pemerintah dalam menekan jumlah anak ? cenderung efektif ? saya yakin klaim pemerintah tidak sepenuhnya dapat memberikan dampak positif dalam upaya penertiban anak jalanan supaya tidak kembali ke jalanan, dibutuhkan komitmen pemerintah dalam hal ini terkait Dinsos setempat yang serius guna menangani permasalahan anak jalanan dan pengemis.

 

This entry was published on August 16, 2012 at 1:04 pm. It’s filed under Opini Jalanan, Torehan Jalanan and tagged , . Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: