Coretan Penghuni Jalanan

Mengurai Permasalahan Sosial Anjal

Salah satu adik JMP mendapatkan Tas Ayo Sekolah Rek & alat perlengkapan tulis

Munculnya anak jalanan erat kaitannya dengan latar belakang perekonomian dan sosial keluarga mereka. kemiskinan yang struktural yang dialami keluarga anak jalanan dianggap sebagai pemicu utama munculnya anak jalanan. Sulitnya memenuhi kebutuhan sehari-hari oleh kepala keluarga (baik ayah maupun ibu) berimbas pada upaya pemberdayaan seluruh anggota keluarga untuk berperan aktif dalam memenuhi kebutuhan hidup. Hal ini tidak saja pada sekedar pemenuhan kebutuhan sandang pangan, akan tetapi lebih dari itu yang terkait dengan kebutuhan untuk bisa eksis dalam kerasnya roda kehidupan perkotaan.

Semua anggota keluarga mempunyai peran anggota masing-masing dan tentunya tanggung jawab untuk secara bersama-sama meningkatkan status ekonomi keluarga dengan kegiatan produktif guna menghasilkan tambahan penghasilan demi ekonomi keluarga. Faktor kemiskinan sebagaimana diuraikan penyebabnya lebih kearah kemiskinan struktural. Kondisi itu bisa saja dialami oleh warga masyarakat yang tidak dapat mengikuti laju arah pertumbuhan perkotaan. Selain penyebab lain adalah munculnya anak jalanan di perkotaan adalah sikap mental yang tidak mendukung berupa sikap malas bekerja.

Ataupun implementasi yang kurang tepat dari nasehat orang tua akan makna “Berbakti kepada orang tua” dalam arti anak dipandang sebagai salah satu sumber pendapatan keluarga, sehingga seseorang akan dinilai memiliki potensi untuk menjadi sumber dana untuk menghasilkan perekonomian keluarga. Pendekatan yang dilaksanakan terhadap anjal lebih kearah prioritaskan persuasif sehingga secara sadar merasakan keterampilan bagi mereka supaya tidak kembali ke aspal jalanan. Bagi mereka yang telah memiliki keterampilan yang memadai dan berkomitmen untuk meninggalkan kehidupan jalanan.

Pemerintah berupaya untuk memfasilitasi dalam penyaluran ke lapangan pekerjaan seperti perbengkelan maupun usaha mandiri lainnya. Sementara bagi mereka dalam lingkup keluarga  dan mempunyai potensi untuk mengembangkan keterampilannya dalam lingkungan keluarga maka pemerintah kota berupaya untuk  memberikan bantuan dalam bentuk permodalan usaha kecil dengan pengawasan ketat dari pihak terkait. Pola pendekatan yang paling tepat adalah berupa pendekatan persuasif melalui mekanisme pengembangan diri dan preventif.

Keberadaan anak jalanan sebagai suatu permasalahan perkotaan perlu untuk mendapatkan perhatian serius dari semua pihak terutama bagi instansi atau dinas pemerintahan yang terkait dalam pengambilan kebijakan mengenai anak jalanan. Hal ini perlu dikembangkan melalui mitra relasi hubungan kerja sama antara kedua belah pihak, diolah dari berbagai sumber.

Kebahagiaan tidak akan habis hanya karena membaginya. Ketahuilah, kebahagiaan bertambah ketika kamu bersedia untuk berbagi.

Surabaya,Sore hari 18 Agustus 2012

This entry was published on August 18, 2012 at 8:43 am. It’s filed under Komunitas, Opini Jalanan, Torehan Jalanan and tagged , , . Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: