Coretan Penghuni Jalanan

Cara Mengajar Matematika Baik & Benar

 Ilustrasi foto adik-adik JMP menerima Tas Ayo Sekolah Rek, follow @SSChildSurabaya

Berikut ini beberapa aktivitas yang dapat Anda (Pengajar) gunakan ketika mengajar Matematika agar kelas Anda menjadi kelihatan lebih hidup dan penuh dengan kreativitas. Ketika anak Anda sedang belajar, cobalah pertanyaan ini; ” Apakah kamu pernah mencobanya ?” “Apa yang terjadi jika ? “Apakah kamu yakin bisa ?”. Pertanyaan -pertanyaan kritis tersebut untuk meningkatkan pemahaman anak, sekaligus meningkatkan gagasan matematika termasuk kosakata dalam bidang Matematika.

1. Mengajarlah Matematika dengan dramatisasi

Ada baiknya seorang pengajar atau guru bisa mendramatisasi sebuah permasalahan. Misalnya, anak-anak disuruh merasakan berada dalam sebuah bola atau prisma, suruh mereka untuk merasakan permukaan, tepi dan sudut-sudutnya. Untuk mendramatisasi masalah aritmatika misalnya,suruh anak untuk berpura-pura bagaimana jika ia melompat ke dalam kolam, kemudian melompat lagi dan satu lagi. Berapakah jumlah keseluruhan lompatan mereka.

2. Gunakan bagian tubuh mereka

Beritahu anak-anak untuk menunjukkan berapa banyak kaki, mulut, dan sebagainya yang mereka miliki. Ketika diminta untuk menunjukkan jumlah mereka “tiga tangan,” pasti mereka akan menanggapi protes keras, dan kemudian memberitahu berapa banyak yang mereka memiliki dan menunjukkan (“membuktikan”) itu. Kemudian mengajak anak-anak untuk menunjukkan angka dengan jari, misalnya dimulai dengan, “Berapa umurmu?” Untuk menampilkan angka dalam cara yang berbeda, misalnya, lima sebagai tiga di satu sisi dan duadi sisi lain.

3. Ajaklah anak-anak bermain

Libatkan anak-anak dalam bermain secara bersamaan yang memungkinkan mereka untuk melakukan perhitungan matematika dengan berbagai cara, termasuk pengurutan, menciptakan bentuk simetris dan kesebangunan, membuat pola, dan sebagainya. Kemudian perkenalkan mereka dengan permainan Toko Dinosaurus. Suruhlah anak-anak berpura-pura membeli dan menjual mainan dinosaurus atau benda kecil lainnya. Hal ini berarti mereka telah belajar berhitung, aritmatika, dan konsep uang.

 3. Gunakan mainan anak-anak

Dorong anak-anak untuk menggunakan permainan dan bertindak misalnya seperti tiga mobil di jalan, atau, dua monyet di atas pohon dan dua di tanah.

 4. Gunakan buku cerita anak-anak.

Banyak buku cerita anak-anak yang  berkaitan secara tidak langsung dengan Matematika tetapi memiliki cerita yang baik juga

5. Gunakan pengalaman anak-anak

Cobalah untuk menggali pengalaman anak-anak dan doronglah agar pengalaman tersebut berhubungan dengan Matematika.

6.Gunakan kreativitas alami dari anak-anak.

Ide-ide anak-anak berkaitan dengan matematika harus didiskusikan dengan semua anak.Misalnya “percakapan matematika” antara dua anak laki-laki, masing-masing 6 tahun:“Pikirkan jumlah terbesar Anda dapat sekarang tambahkan lima lalu dan seterusnya

7. Gunakan kemampuan anak memecahkan masalah Matematika.

Mintalah anak-anak untuk menjelaskan bagaimana mereka mengetahui masalah misalnya,berapa banyak snack yang mereka butuhkan jika ada teman lain yang bergabung dengan kelompok. Dorong mereka untuk menggunakan jari-jari mereka sendiri atau memanipula siapapun yang mungkin berguna untuk pemecahan masalah.

 8. Gunakan berbagai strategi.

Bawalah konsep Matematika kemanapun Anda pergi di kelas Anda, dari menghitung anak-anak pada pertemuan pagi, untuk mengatur meja, untuk meminta anak-anak untuk membersihkan nomor tertentu atau bentuk barang. Juga, menggunakan kurikulum berbasis penelitian untuk menggabungkan serangkaian kegiatan belajar diurutkan ke dalam program Anda.

 9. Gunakan teknologi.

Cobalah kamera digital untuk merekam karya matematika anak-anak, dalam bermain merekadan dalam kegiatan yang direncanakan, dan kemudian menggunakan foto untuk membantu diskusi dan refleksi dengan anak-anak, perencanaan kurikulum, dan komunikasi dengan orang tua. Gunakan komputer secara bijaksana.

10.Gunakan penilaian untuk mengukur kemampuan anak-anak belajar matematika.

Gunakan pengamatan, diskusi dengan anak-anak, dan kegiatan kelompok kecil untuk belajartentang berpikir matematika anak-anak dan untuk membuat keputusan tentang apa sehinggasetiap anak mungkin dapat belajar dari pengalaman mereka.

Adapted from the Building Blocks project’s DLM Early Childhood Express Math ; Clements & Sarama, 2003a; Schiller, Clements, Sarama, & Lara-Alecio, 2003

Surabaya, Siang hari 07 Oktober 2012

This entry was published on October 7, 2012 at 4:34 am and is filed under Komunitas, pendidikan. Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: