Coretan Penghuni Jalanan

With Care 2 Share Sarana Yang Mendekatkan Kita Dengan Anak Marjinal

With Care To SharePhoto With Care To Share 2012 Kampung Seni THR, Surabaya

Siang ini tampak cuaca begitu cerah hingga sekujur badan mengucurkan keringat,  seakan hari ini semesta berkonspirasi, bersyukur lah kita hingga sampai detik ini Tuhan masih bermurah hati memberikan nafas kehidupan kepada kita semua, suatu nikmat Tuhan yang tiada tara, semoga kita termasuk ke dalam kategori manusia yang selalu bersyukur, di atas aspal jalanan ini setiap langkah kehidupan tertoreh, langkah kecil seorang bocah ulung yang tak kenal lelah mencari rupiah, menjajakan koran kepada pengguna jalan, ini bukan lah sesuatu yang lazim bagi para pengendara bermotor, bahkan setiap harinya dapat bertatap muka dengan makhluk kecil pembelah aspal jalanan.

Sebauh ironi negeri ini, negara yang sejatinya mensejahterakan warga negara tampaknya hanya sekedar wacana visi misi saja. Bahkan yang membuat saya tidak habis pikir kenapa para birokrat tidak kunjung berbenah diri, setidaknya mengaca bahwa masih banyak anak-anak bangsa yang mempunyai potensi tapi sayang karena ulah segelintir tangan jahil manusia yang memanfaatkan kekuasaan merampas masa depan mereka. Kita patut berbenah diri, jika hanya memangku kesalahan kepada pemerintah, runtuh lah negeri ini. Sepatutnya kita instrospeksi diri. Kita juga tidak bisa begitu saja memunafikan perkataan seenaknya, dengan mengatakan persoalan ini akan sirna begitu saja. Semoga kita masih memiliki sifat kepekaan sosial.

Kembali ke topik pembicaraan, seperti lazim diberitakan banyak media saat ini banyak ditemui fenomena eksploitasi anak dibawah umur untuk dijadikan pekerja cilik, menurut pendapat saya ini sebuah ironi, dimana banyak anak-anak usia sekolah dasar yang dieksploitasi oleh keluarganya demi asap dapur agar tetap mengepul. Usia yang seharusnya menginjak masa-masa penuh keceriaan diganti dengan masa dimana penuh pergulatan batin dan fisik, karena mereka harus berjibaku dengan sesama loper koran yang lain untuk menjajakan koran, belum lagi harus berlarian sana sini menghampiri pengguna jalan, ini sesutau yang berbahaya dilakukan, lengah sedikit saja nyawa bisa menjadi taruhan ditengah lalu lalang kendaraan yang melintas.

Kasus-kasus ekpolitasi terhadap anak di bawah umur kini cendrung semakin marak, terutama masyarakat miskin perkotaan. Mereka banyak mengalami kekerasan fisik, psikis dan bahkan seksual. Selain itu juga terpaksa harus bekerja mencari nafkah untuk menghidupi diri mereka  sendiri dan keluarganya.  Kondisi  ini membuat mereka hampir tidak pernah merasakan masa kecilnya. Kita dapat melihat fenomena yang terjadi saat ini, bagaimana orang kurang mampu  membawa anak-anak untuk mengemis dan mengamen. Malah ada  yang mendidik mereka untuk melakukan kedua hal itu. Bahkan orang tuanya bisa tersenyum melihat anak-anak metreka mengemis, mengamen dan berjualan di lampu merah dengan alasan faktor kebutuhan ekonomi

Gejala ini tidak hanya  ditemui pada masyarakat yang ekonomi rendah. Ada juga orang tua  yang sesungguhnya bukan kategori miskin justru mendorong anak-anaknya menjadi penyanyi dengan membawanya dari desa ke kota untuk menyanyikan lagu-lagu orang dewasa. Anak-anak itu menjadi entertainer  di usia yang masih balita dengan alasan menyalurkan hobi anak

Berangkat dari sentuhan jiwa dan keprihatinan terhadap nasib anak marjinal terpinggirkan, terbentuklah sekumpulan anak muda yang mengatasnamakan anak muda Independet yang peduli terhadap nasib anak marjinal Surabaya, Save Street Child Surabaya yang terbentuk pada bulan Juni tahun 2011, di tahun ini Save Street Child Surabaya mempunyai event yang setiap tahunnya digelar setiap bulan Juni, acara tersebut bertajuk “With Care 2 Share” akan terselengara pada 9 Juni 2013, bertempat di GOR Hayam Wuruk, dekat Kodam Brawijaya Surabaya, tidak jauh dari Surabaya Town Square (Sutos). Dengan tema tahun kemarin “Berbagi cinta, ilmu dan harapan”

SSCS

Acara yang akan di laksanakan pada tanggal 9 juni 2013 di GOR Hayam Wuruk ini akan ada berbagai macam suguhan menarik antara lain ada beberapa program.

  1. Program #1000BukuUntukIlmu adalah kegiatan penggalangan buku (buku bacaan atau pelajaran, dll) untuk diberikan kepada adik-adik. (Dimas 081350735073)
  2. Program Susu Ceria adalah kegiatan untuk menggalang susu baik berupa donasi atau berupa susu kotak 125 ml. Rizky Arif Hanafi 089677715953)
  3. Program Garage Sale dengan menjual Baju layak pakai, dsb. Yang semua keuntungan nya kami donasikan untuk anak jalanan dan marjinal (Nunis 085732361212)
  4. Program Open Recruitment Volunteer di buat untuk membantu kepanitiaan dan pendampingan adik-adik ketika acara With Care to Share II. Tugas dari Volunteer ini adalah mendampingi adik-adik, mengikuti gathering rutin sebelum hari H dan membantu proses penggalangan dana. (Efrita 083831564690)

Dan masih banyak lagi acara menarik pada hari itu. SSCS juga mengundang beberapa komunitas yang bergerak di bidang sosial untuk berpartisipasi dalam acara ini.

Contact person :

Advin 0881 962 0694

Nunis 085732361212

Donasi bisa ke BCA 2160641811 a.n Merina Anggraini

More Info

Website : Save Street Child Surabaya

Long Life Metalheads \m/

Rungkut, Surabaya 22 April 2013

@Benradit

Kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi?

This entry was published on April 22, 2013 at 6:31 am. It’s filed under Inspirasi Kehidupan, Komunitas, Realitas Jalanan and tagged , . Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: