Coretan Penghuni Jalanan

Perkenalkan Anak Sejak Dini Untuk Berkata Jujur & Bertanggung Jawab

SSC                                                    Belajar Asik di Mall @SSChildSurabaya November 2012

Cara terbaik untuk mendidik anak-anak untuk jujur dan bertanggung jawab adalah menjadi suri teladan bagi mereka dan menerapkan sifat-sifat tersebut dalam tindakan anda sendiri.

Mengajarkan kejujuran dan tanggung jawab memerlukan waktu dan kesabaran, ini tidak sama dengan mengajarkan anak-anak anda bagaimana mengikat tali sepatu, dimana mereka akan segera mengerti konsep dasarnya setelah latihan beberapa kali.

Untuk mengajarkan kejujuran dan tanggung jawab, anda perlu terus menerus, tanpa henti menerapkan hal tersebut dalam jangka waktu panjang.

Dapatkah kita Jujur?

Cara anda mengajarkan kejujuran adalah dengan mendorong anak anda berkata kebenaran dan memberitahukan kepada anda, apa yang ada dalam pikiran mereka. Dengan membiarkan anak-anak anda mengungkapkan apa yang ada dalam pikiran mereka, bukanlah suatu hal yang menakutkan.

Ketika anda menyita mainan dari anak anda karena dia melemparkannya, anda tahu dia akan mengamuk. Tanyalah kepadanya bagaimana perasaannya. Beritahukan padanya bahwa anda tidak akan marah meskipun dia berkata yang benar. Kemudian tanyalah mengapa dia mengamuk.

Strategi ini akan mengajarkan pada anak anda bahwa mereka dapat berkata jujur, tanpa resiko akan dimarahi oleh anda. Tugas anda dalam hal ini adalah anda harus siap dan tidak marah dengan segala jawaban anak anda.

Cara kedua untuk mendorong anak anda berkata jujur adalah menghindari konfrontasi, yang membuat anak-anak ingin berbohong untuk menghindari masalah.

Ubahlah pertanyaan anda, jangan bertanya,”Simon! kamu khan yang mencoret dinding?” tetapi katakanlah, ”Simon, kamu tahu kan, kamu tidak seharusnya mencoret di dinding.”

Hindari konfrontasi langsung ketika anda bertanya kepadanya pertanyaan yang anda telah tahu jawabannya. Ketika anda bertanya kepadanya, apakah dia mencoret coret dinding, pada saat anda melihat dia melakukannya, hanya akan membuat anak anda berusaha untuk berbohong.

Jangan membuat anak anda berada dalam situasi dimana mereka akan berpikir berbohong akan lebih gampang dibandingkan dengan berkata jujur. Bahkan ketika anda telah dewasa, ketika seseorang bertanya apakah anda makan sepotong kue coklat terakhir, anda akan merasa cemas – merasa anda berbuat salah,  Bagaimanapun, belajarlah untuk jujur. Katakan saja,” Ya! Saya makan potongan kue coklat terakhir, dan saya harus jujur, itu adalah kue terbaik dalam keseluruhan paket tersebut.”

Cara ketiga dan terpenting untuk mengajarkan kejujuran adalah anda harus jujur! Jangan pernah berbohong pada anak anda. Jadilah contoh. Ketika anda berbohong pada anak anda, mereka akan berpikir berbohong itu adalah suatu kewajaran. Tetapi di sisi lain, ketika anak anda berbohong, anda akan marah. Anda tidak boleh menggunakan standard ganda.

Berpikir anda tidak akan berbohong pada anak anda sangatlah gampang. Akan tetapi, anda harus hati-hati terhadap kebohongan yang tidak disengaja (lihatlah di tabel 1): “Saya akan kembali dalam waktu beberapa menit” – ternyata anda pergi selama beberapa jam. Kebohongan putih (white lie) seperti ini dapat membuat anak anda tidak percaya kepada anda.

 
 Bohong putih  Kebenaran
 “Ini hanyalah obat. Rasanya enak!” Rasanya seperti jamu pahit
 “Ini tidak akan menyakitkan” Sakitnya seperti disiksa teroris
“Saya hanya membeli satu benda dari toko itu.”  Dua jam lagi, anda memborong seluruh toko
 “Kita akan pergi ke rumah Tante Merry. Tidak akan lama.”  Setiap kali ke rumah Tante Merry pasti akan lama.

 Tabel 1: Kebohongan putih yang biasa digunakan

Cara terbaik untuk menyatakan maksud dari “kebohongan putih” yang tertera dalam Tabel 1 adalah:

“Obat ini akan membuat kamu merasa lebih baik.”

Tidak mengatakan apapun mengenai rasa sakit adalah yang terbaik. Ketika anda tidak dapat menghindar katakanlah, ”Ini tidak akan terasa enak, tapi akan membuat kamu lebih cepat sembuh.”

Dan ketika anda akan pergi berbelanja katakanlah,” Saya akan pergi berbelanja. Dan saya tidak tahu akan berlangsung berapa lama.”

“Kita akan pergi ke rumah Tante Merry. Dan akan kembali jam 11.30.” Tunjukkan pada anak anda cara membaca jam jika mereka belum mengetahuinya.

Bercanda dan saling menggoda adalah menyenangkan. Setiap orang melakukannya. Tetapi perlu berhati-hati jangan sampai terlewat batas dengan anak-anak anda. Mereka belum memiliki pengetahuan dan pengalaman untuk menentukan apakah itu termasuk lelucon atau bukan, sehingga mereka akan memasukkannya ke dalam hati mereka.

Dan ketika mereka penasaran dan bertanya, dengan mengajukan pertanyaan, “Benarkah?” itu mungkin suatu pertanda anda harus menahan diri untuk tidak bercanda sampai mereka akhirnya percaya perkataan anda tanpa mempertanyakannya

Rungkut Giras Warkop , Surabaya 14 Mei 2013

@Benradit

Kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi?

Kamu adalah agen perubahan. Kamu adalah manusia yang tercerahkan. Kamu, adalah satu dari sekian orang yang punya waktu untuk memikirkan sesama.

Source

This entry was published on May 14, 2013 at 1:04 am. It’s filed under Inspirasi Kehidupan, pendidikan and tagged . Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: