Coretan Penghuni Jalanan

Road To With Care 2 Share Adik-Adik Marjinal JMP Berlatih Koreografi

DSC_0608Potret Anak-Anak Termarjinalkan JMP Berlatih Koreografi

Beberapa hari belakangan saya dan teman-teman sedikit menyibukkan diri dengan melatih anak-anak bangsa JMP beratih koreografi untuk ikut serta tampil dalam acara With Care 2 Share @SSChildSurabaya yang akan dilaksanakan pada 9 Juni 2013 di Gor Hayam Wuruk Kompleks Kodam Brawijaya, Dekat Sutos. Seperti halnya dengan postingan kemaren acara WC2Share adalah acara pegelaran seni pertunjukkan anak-anak bangsa & marjinal yang tentunya binaan kakak-kakak @SSChildSurabaya. Memang ini bukanlah acara kali pertama yang diselenggarakan oleh @SSChildSurabaya, sebelumnya event tahunan ini pernah diadakan di Kampung Seni THR Surabaya bertepatan pada 10 Juni 2012. Berdasarkan pengalaman tahun kemaren disitu kami banyak belajar bagaimana mengadakan event sosial semacam ini yang menarik banyak orang, setidaknya berkaca pada kejadian tahun kemaren yang banyak sekali menemui kendala teknis meskipun pada akhirnya secara kseseluruhan itu semua teratasi berkat kerja sama yang solid antara teman-teman.

Saya selalu bangga dengan teman-teman yang konsisten terjun langsung dalam social movement ini tanpa kenal lelah dengan kepala selalu menunduk membantu yang ada dibawah, mereka dengan senang hati keluar dari zona nyaman di masa muda dan tidak terlena pada buaian sofa nyaman nan empuk. Beruntung saya selama ini dapat mengenal mereka terhitung hampir 2 tahun berkenalan dengan mereka. Beralih ke topik utama sore itu cuaca Surabaya lumayan terik menyengat kulit namun kenyataannya sering mengalami anomali cuaca pagi hujan sorenya panas. Kami mengawali langkah kecil terlebih dahulu dengan berdoa sebelum menggelar latihan pentas seni, ritme gerakannya masih tergolong simple untuk anak-anak seumuran mereka, jadi saya dan teman-teman dengan sengaja membuat suatu gerakan koreografi yang sederhana yang mudah dipraktikan. Secara konseptual tidak ada yang berbeda dengan pagelaran seni pada umumnya, ajang kreatifitas pertunjukkan seni yang pelakoj utamanya adalah anak-anak marjinal Surabaya. Terima kasih saya sampaikan kepada Bunda @MudjiSetiowati, Bunda adalah seorang yang berprofesi sebagai Guru SD, Ibunya SSC juga merangkap sebagai volunteer yang aktif mengajar, karena tanpa beliau bisa jadi mungkin kami dan teman-teman menemui kesulitan melatih adik-adik.

Sedikit bercerita bagaimana kegiatan kita selama melatih anak-anak bangsa JMP berlatih, namanya juga anak-anak ada saja ulah yang dibuat olehnya mulai dari tingkah laku yang menggemaskan karena mereka dengan piawai menarik perhatian, tak jarang ada juga yang tampak mengesalkan, misalnya ketika ada salah satu adik-adik kami yang tidak menghiraukan perintah, bisa dikatakan agak sedikit membandel. Ada juga sebagian berlarian sana sini dengan seenaknya. Yah harap dijadikan maklum namanya anak kecil. Hampir saja jadi konsepnya yang akan ditampilkan anak-anak bangsa JMP pada 9 Juni nanti adalah pegelaran sendra tari disela-sela pertunjukkan tersebut nantinya sepatah dua kata perkataan yang keluar dari mulut kecil mereka, perihal harapan dan cita-cita mereka kedepan. Usianya yang ikut serta dalam sendratari ini bervariatif mulai dari 5 tahun hingga 9 tahun dan semuanya dapat dipastikan semuanya bersekolah loh kak ada yang duduk di kelas TK hingga 4 SD. Nah untuk  kategori usia 9 tahun keatas yang notabene sudah Gede kuang lebih seperti itu adik-adik binaan JMP akan menampilkan konsep break dance, istilahnya zaman sekarang yang sedang digandrungi anak-anak remaja sekarang.

Beberapa bulan yang lalu saya berpesan kepada teman-teman untuk sedikit memasukkan unsur seni tradisional misalnya adalah menampilkan tari remo khas Surabaya namun pada akhirnya menemui kebuntuan karena terkendala oleh volunteer seperti yang diketahui tidak ada satu pun kakak-kakak yang fasih menari remo, hanya segelintir orang yang mampu melakoni peran tersebut, tingkat kesulitan dalam setiap gerakan menjadi pertimbangan utama. Alhasil dipilihlah salah satu alternatif yakni  Break Dance yang diwakili adik-adik yang berusia 9 tahun keatas alias sudah “Gede”. Break dance ini dimentori oleh kak Merina. Seperti apa kelanjutannya tunggu tanggal mainnya 9 Juni mendatang dalam pagelarn seni anak marjinal Surabaya. Dan bersegera lah kalian menjadi bagian dari kami dan tebarkan virus semangat berbagi ya kakak. Teman-teman juga bisa melihat rekam jejak video ketika adik-adik berlatih disini. Mohon maaf amatiran.

Berikut foto dokumentasi selama latihan Road WC2Share berlangsung

JMPDSC_0197DSC_0232DSC_0238DSC_0207DSC_0270DSC_0567DSC_0580DSC_0584DSC_0588DSC_0591DSC_0593DSC_0600DSC_0612 DSC_0601DSC_0605DSC_0607DSC_0614DSC_0615DSC_0296

Studplay Coffe, Gubeng Surabaya                                                                                           21.44 WIB 30 Mei 2013                                                                                                     

@Benradit

Kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi?

Kamu adalah agen perubahan. Kamu adalah manusia yang tercerahkan. Kamu, adalah satu dari sekian orang yang punya waktu untuk memikirkan sesama.
This entry was published on May 30, 2013 at 2:43 pm. It’s filed under Inspirasi Kehidupan, Komunitas, pendidikan and tagged , , . Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: