Coretan Penghuni Jalanan

Birthday With Care To Share

Tak terasa hari yang ditunggu kehadirannya sudah datang, tepat pada tanggal 10 Juni 2012, setelah 2 bulan mempersiapkannya dengan penuh perencanaan matang, Event With Care To Share akhirnya dapat diselenggarakan tepat pada perencanaan sebelumnya, namun ada sedikit kendala faktor cuaca yang mengakibatkan secara kesuluruhan tempat beralih ke pendopo, semula berada di out door. Sore itu cuaca kota Surabaya agak mendung, akan tetapi tidak menyurutkan langkah Para Preman SSC sebutan Volunter untuk menampilkan acara semaksimal mungkin. Baiklah, kali ini saya akan membagi kisah ? apa yang dimaksud dengan Event With Care To Share, acaranya seperti apa, sebelum berbicara jauh mengerucut pada topik pembicaraan alangkah baiknya, kita membaca flashback acaranya seperti apa.

Save Street Child Surabaya: With Care to Share adalah sebuah kegiatan dengan tema “Semakin Mengenal, Semakin Mengerti, Semakin Peduli” yang kami harapkan mampu mengajak sebanyak mungkin masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi sosial, khususnya anak-anak. Pada acara ini kami akan mengundang beberapa komunitas/organisasi/sanggar yang aktif bergerak memperhatikan kondisi anak-anak jalanan dan marjinal. Dengan hadirnya komunitas/organisasi/ sanggar di acara Save Street Child Surabaya: With Care to Share, pengunjung bisa mendapatkan sebanyak mungkin informasi tentang kondisi anak jalanan dan marjinal, sehingga diharapkan dari informasi-informasi tersebut muncul rasa kepedulian dan semangat berbagi yang lebih besar lagi. Pengunjung dapat bertanya, berbagi informasi dan berbagi kepada komunitas/organisai/sanggar yang ikut berpartisipasi.

Tidak hanya mendapatkan informasi, Save Street Child Surabaya: With Care to Share  juga akan menjadi panggung untuk anak-anak jalanan dan marjinal menampilkan apa yang menjadi kelebihan mereka. Kami berharap dengan adanya Save Street Child Surabaya: With Care to Share anak-anak punya tempat dimana mereka bebas berekspresi menampilkan bakat mereka, dan mendapatkan atensi serta tepuk tangan meriah untuk penampilan mereka. Tepuk tangan meriah? Dari siapa? Dari kita yang berpartisipasi dan datang ke acara Save Street Child Surabaya: With Care to Share tentunya.

Selain itu juga akan ditampilkan hasil karya anak-anak jalanan dan majinal yang tercipta pada kegiatan-kegiatan Save Street Child Surabaya sebelumnya. Nah seperti itulah gambaran konsep acara With Care To Share, selain memupuk tali persaudaraan antar komunitas maupun organisasi yang sejalan dengan visi dan goal utama yaitu pemerhati anak jalanan, disini kita dapat menunjukkan ke masyarakat luas bahwa anak jalanan itu mempunyai potensi yang luar biasa, dalam bidang keterampilan. Dengan menampilkan pertunjukkan pentas seni.

Sehari sebelum acara, saya beserta preman sebut saja mereka leluhur SSC Hamdan BahalwanIndra Setiawan, Ikhya’ul MasrufiFadlanAnanta Daka Pramudya dan para preman yang tidak dapat saya sebutkan namanya satu persatu. Rela begadang seharian guna mempersiapkan set acara With Care To Share, hari sabtu sehari sebelum With Care To Share digelar 9 Juni 2012, sesudah acara gathering, kami berulang kali bolak-balik mondar mandir dari situ ke situ, mengambil perlengkapan acara, kemudian di boyong ke Kampung Seni THR. Walaupun hujan dengan intensitas ringan mengguyur kota Surabaya, tetapi tidak menyurutkan langkah para preman, mendekorasi set konsep acara.

Hingga pada subuh menjelang, sang fajar menyingsing dari ufuk timur, kami masih berkutat pada konsep stage With Care To Share, sesekali rasa kantuk menghinggapi kami, namun rasa itu segera sirna dari hadapan ketika teman-teman saling bahu membahu membantu demi terwujudnya acara ini  kedepannya, well done, seketika itu saya terhenyut melihat kesigapan para preman begitu luar biasa, gotong-royong dan tentunya semangatnya itu sangat luar biasa menurut saya.

Singkat saja terhitung lebih dari 12 jam, kami bekerja menyelesaikan set dekorasi acara, bisa kalian bayangkan sendiri ! bagaimana keseruannya begadang selama seharian penuh. Setelah set acara dirasa sudah cukup, mulai dari pemasangan back drop, tenda, meja peserta komunitas, kemudian alat perlengkapan pendukung acara, seperti sound check, proyektor, segala macam. Kira-kira waktu menunjukkan pukul 15.00 WIB, acara sebentar lagi akan segera dimulai, benar dugaan saya sebelumnya, antusiasme para pengunjung tidak dapat terbendung, saking banyaknya saya juga merasa kebingungan, mengingat jumlah pengunjung di acara Event With Care To Share terlalu banyak, lebih dari 1000 orang terkonsentrasi dalam satu tempat.

Kebetulan saya kebagian jatah sebagai juru parkir sekaligus Security, maklum saya mengidam-idamkan profesi ini sejak lama, sebelum perhelatan acara ini digelar. Beralih ke topik pembicaraan utama, acara Event With Care To Share ini mengundang beberapa sanggar dan komunitas acara yang memang sedianya sejalan dengan visi dan tentunya goal utama pemerhati anak jalanan, Sanggar Merah MerdekaSanggar LenggerSanggar AlfazPas ScholarshipSave Street Child Surabaya, Gudang Ilmu, Sanggar Alit, dan komunitas lain. nah dari beberapa komunitas tersebut menampilkan performance dari adik-adik binaan beberapa sanggar dan unjuk kebolehan dalam bidang keterampilan tentunya, bahwa mereka pun punya talenta seni yang luar biasa, sayang kalau dilewatkan begitu saja. Terus terang saya menaruh rasa kagum kepada mereka, potensi mereka bisa dikatakan sangat luar biasa untuk anak seumuran mereka.

Sungguh sangat disesalkan melihat potensi mereka berkembang namun tidak disokong dengan kehadiran suatu lembaga pemerintah. semoga saja pemerintah terlelap dalam tidur panjangnya, dan melihat potensi anak bangsanya sendiri. Tidak hanya menampilkan pentas seni anak jalanan, beberapa sanggar memang sengaja memperlihatkan hasil karya seni dari adik-adik anak jalanan yang tersajikan dalam stand yang memang ditutujukan untuk komunitas. Berbagai jenis karya seni terpasang disetiap sudut stand, karya mereka tidak boleh dianggap remeh, bahkan saya sendiri berkaca-kaca, dalam benak hati berkata seraya ” Kira-kira bisa tidak ya saya buat karya seperti mereka !” nah itulah sedikit gambaran introspeksi diri, beragam karya tersaji, contoh flanel karya, tas kecil jahitan, dan masih banyak lain, tentunya apabila kita jeli melihat menggali potensi mereka, tak sedikit barang tersebut dapat dijadikan komoditas, kemudian diperjual belikan guna membantu perekonomian keluarga, nah itu sebagai alternatif.

Selain itu juga Save Street Child Surabaya mengundang komuintas lain yang turut serta berpartisipasi dalam penyelenggaraan With Care To Share adaShuffle Dance SurabayaSurabaya Beatbox, UKM Musik Itats, dan TKPH ITS. Seperti apa kemeriahan acaranya, eits sabar dulu saya nanti akan memposting beberapa foto pada saat acara berlangsung. Pembukaan acara dibuka olehInggrid Widya Pitaloka selaku General Coordinator lama yang sebentar lagi akan meninggalkan kota Surabaya, melanjutkan studi ke luar kota. sorak sorai pembukaan dan tepuk tangan pengunjung terus mengiringi pada watu pembukaan acara berlangsung. setelah bu jenderal mengucapkan sepatah dua kata sambutan, acara kemudian dilanjutkan dengan perform akustik dari UKM Musik ITATS, kemudian perform beatbox, gudang ilmu menampilkan drama musikal , terus dilanjutkan dengan kehadiran Shuffle Dance yang kesemuanya personel kece-kece. kemudian dilanjutkan presentasi dari Komunitas Lengger, pukul 17.20 WIB ishoma.

Untuk Rundown acara dapat dilihat disini, malam itu gerimis mengguyur di Kampung Seni, namun tidak sedikit pun membuat kami kehilangan akal, kemudian acara kita konsentrasikan ke balai pendopo, syukurlah acara berlangsung cukup meriah namun terkendala oleh teknis acara. Ada satu hal yang membuat saya merasa bangga karena anak didik JMP yang notabene saya ajari edukasi, ikut serta berpartsipasi menampilkan sebuah pertunjukkan seni pembacaan puisi, dan drama musikal. Ada satu bagian momen yang sulit dilupakan ketika melihat senyum bahagia adik-adik anak jalanan. Saya justru melewatkan momen foto bersama, karena saya bertugas menjadi fotografer dadakan menjepret setiap momen kebahagiaan Event With Care To Share. Ada satu hal yang hampir saja ketinggalan yaitu pelantikan General Coordinator baru SSC yang semula dipegang oleh Inggrid Widya Pitaloka lantas beralih ke Hamdan Bahalwan. Beri sambutan yang meriah untuk General Coordinator terbaru Save Street Child Surabaya.

Foto Dokumentasi With Care To Share

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: