Coretan Penghuni Jalanan

Piknik Anjal Planetarium

Ini adalah kali kedua penyelenggaraan Piknik Asik Anjal Save Street Child Surabaya, yang sebelumnya diadakan Piknik Asik Anjal Festival Layang-Layang di Kenjeran, piknik ini dilaksanakan pada 15 November 2011, bertempat di Planetarium Bumi Moro, Surabaya. Kebetulan kali ini kakak-kakak SSC mengikut sertakan adik-adik anjal dari Makam Rangkah untuk berpartisipasi memeriahkan kunjungan piknik asik anjal Planetarium, begitu sampai disana antusias adik-adik anjal sangat besar sekali, mengingat ini kunjungan pertama kali, di Museum Loka Jala Crana adik-adik banyak yang tidak tahu tempat apa ini ? mereka banyak bertanya dari kakak-kakak SSCS.

Museum Loka Jala Crana termasuk dalam kawasan Kompleks AAL Bumi Moro merupakan wisata edukasi. Karena masih berfungsi sebagai tempat pendidikan, maka ada beberapa prosedur yang harus diikuti. beruntung kakak-kakak SSC sudah memahami bahwa ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi utuk mengunjungi tempat ini, mengajukan surat proposal kepada yang terkait, akhirnya saya berserta adik-adik dapat berwisata edukasi sejarah.

Museum Loka Jala Crana terletak di Moro Krembangan, tidak jauh dari kenjeran,  termasuk dalam wilayah peta Surabaya Utara, ini adalah Museum peralatan pertempuran Angkatan Laut Indonesia. Juga satu koleksi planetarium dan astronavigadium. Buka setiap hari dari 08.00–14.00 WIB. Di planetarium tidak disediakan tiket masuk ? bagi para pengunjung, namun sebelum hendak mengunjungi tempat wisata edukasi ini, harus ada mekanismenya, seperti harus mengajukan surat proposal, surat pemberitahuan akan berdarmawista ditempat itu,2 minggu sebelum pelaksanaan kegiatan, Sedikit bercerita tentang awal sejarah, saya memberanikan diri bertanya dari awal terbentuknya Museumi kepada Bapak Perwira, maaf tidak dapat menyebutkan namanya, karena lupa namanya, berbekal catatan kecil sekaligus pena saya bersama adik-adik mendengarkan seksama penjelasan pembentukan Museum ini awal hingga berdiri sekarang ini.

Asal usul dari Museum Loka Jala Crana adalah berdasar pada 19 September 1969 dengan nama museum AKABRI LAUT, baru pada 10 Juli 1973 statusnya adalah ditingkatkan menjadi musium TNI-AL. Pada 6 Oktober 1979 nama berubah untuk menjadi Museum TNI-AL Loka Jala Srana. Museum TNI-AL Loka Jala Crana berada di Morokrembangan Surabaya di pusat Akademi TNI-AL (AAL) (Indonesia Maritime Marine Military Academy) yang mendidik calon perwira TNI-AL tingkat Academy dan Commando, TNI-AL Education (KODIKAL) yang mendidik kandidat dari Tamtama, Bintara, calon perwira dari Bintara (CAPA) dan alumni perguruan tinggi serta pendidikan lanjutan heroik. Itu kompleks adalah dikenali sebagai “Bumi Moro” Surabaya. Ketika ditanya siapa yang ingin menjadi pengabdi negara ? menjadi Tentara ? adik-adik anjal terutama laki-laki serentak menjawab saya bercita-cita menjadi tentara siap menjaga keamanan negara.

Planetarium adalah sebagai mendukung fasilitas untuk belajar kadet (taruna) telah mensupply pengetahuan ketika mereka melakukan suatu perjalanan di laut. Situasi dari bintang bisa menentukan posisi mereka untuk tinggal meliputi pergantian dari waktu. Bagaimana gerakan bintang pola calon arah dan waktu.

Di Bumi Moro ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dan ditaati , tidak boleh membuang sampah sembarangan, dilarang membuat suasana gaduh, menjaga ketertiban itu yang diutamakan, kenapa hal ini tidak boleh dibiarkan ? karena tempat ini adalah markas besar para serdadu, jadi dari awal semenjak pemberangkatan ke lokasi kakak-kakak SSC sudah berulang kali berpesan kepada adik-adik melalui pengeras suara untuk menjaga ketertiban umum, namun akhirnya adik-adik mematuhi himbaun yang dibicarakan oleh kakak-kakak, Penjagaan yang ketat dan imej kedisiplinan membuat kompleks ini jarang menjadi pilihan berpariwisata. Jadi ini dapat dikatakan momen kesempatan yang paling tepat apabila Piknik diselenggarkan di Planetarium,

Ada sarana pariwisata yang bisa dinikmati di kompleks Akademi Angkatan Laut (AAL) Surabaya ini. Selain mengetahui lebih dalam tentang bukti kehebatan kekuatan maritim Indonesia, di kompleks Bumi Moro ini kita juga bisa belajar mengenai ilmu perbintangan. Maksudnya tentu bukan ramalan bintang untuk meramal nasib tetapi ada yang lebih berarti sebagai bukti kekuasaan Tuhan, nah loh lengkap sekali yang ditawarkan oleh Museum Loka Jala Crana, adik-adik pun bersemangat mengikuti penelusuran sejarah di Museum, apalagi dipandu oleh Bapak-bapak perwira TNI AL yang ramah itu.

Di kompleks AAL Bumi Moro terdapat sebuah planetarium, dimana kita bisa melihat perwujudan kehidupan langit pada malam hari. Bagaimana wujud kedua belas rasi bintang seperti Scorpio, tampilan gugusan bintang Bima Sakti, bintang Kejora serta lain sebagainya. Bagaimana pola pergerakan bintang menandakan arah dan waktu, dapat dilihat dan dipelajari di situ. Semua fenomena alam di langit itu itu dipotret dan disajikan melalui sebuah proyektor, wah begitu mendengar kata Planet, adik-adik beranggapan bahwa kita akan pergi ke sebuah Planet yang jauh dari tempat bumi kita berpijak ? agak sedikit konyol, memang namanya juga anak-anak kecil, apa boleh buat, begitulah pola pikir mereka.

Tiba giliran untuk memasuki area ruang yang berbentuk cungkup, berdiameter kurang lebih 20 meter, sebelum memasuki tempat ini, pengunjung harus melepaskan alas kaki, guna menjaga kebersihan tempat Planetarium, saya dan kawan SSC selaku kakak pendamping adik-adik, sudah menginformasikan, bahwa nanti ruangan sengaja akan dipadamkan, tidak ada penerangan cahaya, sontak adik-adik kaget, mendengar ruangan akan padam tidak ada penerangan cahaya apapun kecuali, seberkas cahaya kecil, Jangan kaget bila untuk melihat semua itu, ruangan dalam kondisi gelap gulita. Sekitar waktu 15 menit, Anda akan baru menyadari hadirnya titik-titik bintang yang lama-lama semakin banyak terlihat. “Planetarium ini memang sebagai sarana belajar para kadet (taruna), membekali ketika mereka melakukan perjalanan di laut. Letak bintang bisa menentukan posisi mereka berada termasuk pergantian waktu,” kata Kepala Planetarium dan Museum Loka Jaya Srana, Mayor Sakiran. Baru ingat namanya setelah melihat ID Card bapak itu.

Setelah berkeliling melihat beberapa koleksi yang ada di Museum, dan tentunya mendengar penjelasan panjang lebar awal kisah panjang sejarah perang kemerdekaan, dipenghujung acara piknik adik-adik diajak untuk menggambar seluruh benda yang ada di dalam museum, boleh jadi peralatan militer, kapal perang, berbagai macam koleksi alat tempur, dan masih banyak lain, dan barangsiapa gambarannya paling bagus, menarik itulah yang keluar menjadi juaranya.

Koleksi Museum

Konsep three in one, demikian bila kita datang ke kompleks tersebut. Selain planetarium kita masih bisa menikmati bukti kehebatan maritim kita melalui koleksi Museum Loka Jaya Srana.
Ada banyak peralatan khas anak bangsa untuk melindungi diri dari kekejaman penjajah. Baju anti peluru yang sudah compang-camping hingga senjata dalam bentuk unik, bisa Anda sentuh di museum ini. Baju seragam, sepeda motor yang digunakan para pahlawan juga masih utuh dalam koleksi.
Lelah menikmati barang koleksi museum di dalam ruangan? Jangan khawatir… Anda bisa berkeliling kompleks, melihat para kadet dididik beladiri maupun perang. Bagaimana mereka menghindari ranjau serta unjuk ketangkasan lainnya, dapat dilihat tanpa halangan.

Sambil melihat mereka berlatih, Anda juga bisa menikmati udara laut karena kompleks ini memang berbatasan langsung tepatnya di sebelah selatan Pelabuhan Tanjung Perak. Memang sih kadang tercium bau anyir laut tapi dibarengi dengan semilirnya angin, semua dapat teratasi.

Foto Dokumentasi Piknik Asik Anjal Planetarium

3 thoughts on “Piknik Anjal Planetarium

  1. selamat untuk terselenggaranya acara yang bagus.

    saya dan teman-teman juga hendak mengadakan kunjungan ke planetarium, bisakah bapak/ibu/mas/mbak berbagi informasi prosedur pengajuan proposalnya? proposal ditujukan kepada siapa, dikirim langsung atau pos, bisakah lewat email, dsb.
    email saya di yudhirek@gmail.com

    terimakasih

    pram

  2. Selamat malem. Mau nanya’ dikit donk… Klo untuk kunjungan personal (bukan rombongan) tetep harus mengajukan proposal juga? Atau bisa langsung dateng aja? Makasih infonya ๑ˆ⌣ˆ๑

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: